BUMD

Dukung Ketahanan Pangan Jakarta, Transjakarta MoU Penyediaan Beras Karyawan dengan Food Station 

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Utama PT FSTJ, Pamrihadi Wiraryo dengan Direktur Utama PT Transjakarta Mochammad Yana Aditya di Aula GBK, Kantor Pusat Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, kamis (10/2). (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan Transjakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyediaan Pangan untuk Karyawan Transjakarta.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Utama PT FSTJ, Pamrihadi Wiraryo dengan Direktur Utama PT Transjakarta Mochammad Yana Aditya di Aula GBK, Kantor Pusat Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, kamis (10/2).

Direktur Utama PT FSTJ, Pamrihadi Wiraryo mengatakan, dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Jakarta, pihaknya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah, swasta dan BUMD.

Kerja sama dengan PT Transjakarta kali ini merupakan implementasi program besutan PT FSTJ yang dinamakan Berkawan (Beras Karyawan BUMD).

Pamrihadi menyampaikan, Per Februari jumlah karyawan PT Transjakarta yang ikut dalam program Berkawan ada 6.100 total karyawan. Adapun yang yang sudah ikut dalam program ini ada sejumlah 6710 dari beberapa BUMD DKI. Sementara jumlah karyawan BUMD DKI tercatat ada 14.245 orang.

“Ini sebuah rekor yang membanggakan. Karena melalui penandatanganan hari ini, karyawan PT Transjakarta yang paling banyak mengikuti program Berkawan,” ungkapnya.

Ia mengutarakan, sebagai salah satu BUMD pangan, pihaknya ditugaskan menyediakan kebutuhan pangan di Jakarta. Karena itu, pihaknya terus melakukan kerja sama mulai dari hulu sampai hilir.

“Jadi program Berkawan ini bukan saja membantu penyerapan Food Station, tetapi juga menyerap beras dari petani di berbagai daerah sentra produksi,” kata Pamrihadi.

Menurutnya, sejauh ini Food Station intens melakukan sosialisasi ke semua BUMD untuk kemudian dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama. Hanya memang yang perlu dicatat program ini sama dengan program Beras ASN sifatnya sama sekali sukarela bukan wajib, karena pelan-pelan edukasi kami lakukan kepada teman-teman di BUMD pada saat sosialisasi. Dan kami yakin seiring dengan waktu yang berjalan jumlah yang ikut dalam program ini bisa bertambah lagi.

“Sesuai arahan ada 13 BUMD milik Pemprov DKI Jakarta yang menjadi target sosialiasasi, berikutnya baru dilakukan pendekatan selanjutnya sampai dengan perjanjian kerjasama antara kami dengan BUMD yang dibidik” ungkap Pamrihadi.

Pamrihadi menambahkan, setidaknya ada potensi 14245 ribu karyawan dari berbagai BUMD DKI yang dibidik dalam program ini. Tetapi, karena  relatif masih baru diluncurkan yakni Juni 2021, saat ini program ini masih dalam tahapan sosialisasi kepada segenap BUMD. Kemudian akan dilanjutkan dengan perjanjian kerjasama antara sesama BUMD.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta Mochammad Yana Aditya menambahkan, kerja sama ini juga sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sudah dilakukan perusahaannya dengan serikat pekerja sebelumnya.

Dalam PKB tersebut salah satunya diatur hak dan kewajiban karyawan serta upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan periode 2021-2023.

Yana menjelaskan, dalam kerja sama ini seluruh karyawan Transjakarta, baik yang berada di lapangan maupun di kantor akan mendapatkan natura berupa beras sebanyak lima kilogram per orang setiap bulan. Adapun kerja sama ini berlaku hingga 31 Desember 2022.

“Karyawan nantinya mendapatkan SMS notifikasi yang menginfokan berhak mendapat bantuan beras,” tuturnya.

Menurut Yana, kerja sama dengan PT FSTJ ini merupakan salah satu bentuk nyata dalam memberikan kebutuhan pangan kepada karyawan. Selain itu juga wujud kolaborasi antar BUMD DKI dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan di sektor transportasi, khususnya Transjakarta.

“Kerja sama seperti ini baru pertama kali dilakukan. Semoga bisa memberikan dampak positif bagi masing-masing pihak,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button