BUMD

Dukung Program Pengembangan Kewirausahaan, Bank DKI Gelar Akad Kredit Mikro Massal

Plt Direktur Utama PT Bank DKI, Sigit Prastowo (kedua dari kiri depan) memberikan penyaluran kredit kepada 250 peserta program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) yang diberikan langsung pada acara Business Matching Penyaluran Kredit Kepada Kepada Usaha Mikro & Kecil di Provinsi DKI Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta dan OJK di Jakarta, (25/7). (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Dukung program kerja Pemprov DKI Jakarta, khususnya pengembangan sektor UMKM, Bank DKI menyalurkan kredit secara massal kepada 250 peserta program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) yang diwakili oleh 40 wirausahawan.  Adapun penandatanganan perjanjian kredit disaksikan oleh Anggota Dewan Komisioner OJK, Tirta Segara, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, dan Plt. Direktur Utama Bank DKI, Sigit Prastowo pada acara Business Matching Penyaluran Kredit Kepada Usaha Mikro & Kecil di Provinsi DKI Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta dan OJK di Jakarta, (25/7).

Plt. Direktur Utama Bank DKI, Sigit Prastowo menyampaikan penandatanganan ini merupakan salah satu bagian dari implementasi misi Bank DKI dalam menjadi Bank pilihan transaksi pada segmen UMKM.

“Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank DKI berkomitmen untuk memperkuat Industri UMKM di Jakarta melalui penyediaan akses permodalan, pelatihan, pengembangan dan pendampingan bagi para wirausahawan baru sehingga kedepan, para wirausahawan tersebut dapat terus meningkatkan skala usahanya,” ujar Sigit dalam keteranga resminya.

Berbagai upaya yang dilakukan tersebut telah menunjukkan hasil yang cukup baik. Sebagai realisasi atas upaya Bank DKI dalam mendukung pengembangan segmen Mikro, per Juni 2019, penyaluran kredit mikro tumbuh sebesar 33% dari Rp632 miliar per Juni 2018 menjadi Rp843 miliar per Juni 2019. Peningkatan ini didorong oleh ekspansi penyaluran kredit Bank DKI seperti Monas 25, Monas 75, Monas 500 Bank DKI di pasar-pasar DKI Jakarta.

Sebagai informasi, Penyaluran kredit ini diberikan kepada peserta program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) yang sudah melewati 6 tahapan dari 7 tahapan Pasti Sukses yang mencakup pendaftaran (P1), pelatihan (P2), pendampingan (P3), perizinan (P4), pemasaran (P5), pelaporan keuangan (P6), dan akses permodalan (P7). Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kongkrit upaya pengembangan UMKM berupa penyaluran kredit mikro dan kecil.

Peserta program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) akan menerima fasilitas kredit Monas Pemula yang merupakan solusi bagi pelaku UMKM yang baru merintis usahanya. Monas Pemula merupakan fasilitas kredit dengan bunga hanya 7 persen per tahun. Monas Pemula dapat digunakan baik untuk modal kerja maupun investasi produktif dengan maksimal plafon kredit Rp10 Juta dan jangka waktu 3 bulan s/d 18 bulan.

Sebagai tambahan, Bank DKI juga memberikan layanan cash pick up dengan mobile collection system yang bertujuan untuk memberikan kemudahan karena setiap angsuran yang disetorkan akan memiliki struk tanda terima yang sah dan tercatat pada sistem Bank DKI.

Anggota Dewan Komisioner OJK, Tirta Segara menyampaikan, Business Matching ini merupakan kegiatan untuk mempertemukan lembaga jasa keuangan formal dengan pelaku UMKM melalui peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah. Dalam hal ini, OJK turut berperan aktif dalam mendorong penyaluran kredit UMKM. Secara umum, suku bunga UMKM masih tinggi, tetapi Bank DKI berhasil memberikan solusi melalui kredit Monas Pemula dengan bunga hanya 7 persen.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bank DKI atas terselenggaranya acara Business Matching ini.

“Ada beberapa angka statistik yang menunjukkan bahwa Bank DKI semakin hari semakin baik dan semakin bermanfaat untuk masyarakat dan dunia usaha terutama dalam peningkatan pemberdayaan UMKM di DKI Jakarta,” tandasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close