BUMD

Food Station Hadirkan Lab Uji Mutu Beras di Pasar Induk Beras Cipinang

Sekretaris Perusahaan Food Station Suratmin Suria Wijaya, Kabag Produksi dan Pergudangan Endang Sundara, Kepala PIBC berfoto bersama di Lab Uji Mutu Beras yang baru saja didirikan di PIBC. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Dalam rangka membantu para pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) untuk menguji mutu beras yang dimilikinya, Manajamen PT Food Station Tjipinang Jaya mulai akhir tahun lalu laboratorium uji mutu beras di PIBC.

“Kami telah menghadirkan lab uji mutu beras di PIBC sejak akhir tahun lalu. Operasional sementara ini mulai jam 08.00 -15.00. Adapun lokasinya berada di belakang Kantor Bank DKI yang ada di Kantor Pusat PT Food Station Tjipinang Jaya,” ujar Kepala PIBC Herry Awal Fajar

Laboratorium beras tersebut diperuntukan untuk melayani pedagang beras di PIBC yang ingin menguji mutu beras yang diperolehnya. Selain itu juga untuk pihak luar yang memerlukan layanan serupa. Nantinya para pedagang yang menggunakan jasa lab uji mutu beras ini bisa mengetahui mutu beras yang dimilikinya.

“Melalui Lab uji mutu beras ini para pedagang ataupun pihak luar bisa mengetahui tingkat patahan, kadar air, broken, tingkat putih (whiteness), transparansi beras dan derajat sosoh,” jelas Herry.

Herry menjelaskan para pedagang yang menggunakan jasa lab uji mutu beras akan mendapatkan keringanan biaya yang cukup besar. Adapun jam operasionalnya untuk sementara waktu mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.00. Namun kedepan operasionalnya akan menyesuaikan dengan jam kantor yakni mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00.

Kepada para pedagang yang akan menggunakan jasa lab uji mutu beras tinggal menunjukkan Kartu Pedagang yang dimilikinya sebagai bukti bahwa yang bersangkutan benar pedagang di PIBC.

Lab uji mutu beras ini lanjut Herry fungsinya sama dengan lab sejenis yang ada di fasilitas produksi dan pergudangan milik Food Station yang ada di Gudang SRG. Demikian juga kelengkapan alat yang ada didalamnya seperti Mini Grader yang berfungsi untuk memisahkan butir patah (broken), kemudian Milling Meter untuk mengetahui nilai derajat sosoh, whiteness dan transparansi beras dan Moisture Tester yang diperlukan untuk menguji kadar air serta alat pananak nasi.

“Mini Grader dan Milling Meter masih dalam proses pemesanan, karena itu untuk sementara waktu sampai datangnya kedua alat tersebut pengujian mutu beras dilakukan di lab uji mutu beras yang ada di Gudang SRG,” ungkap Herri.

Herry berharap para pedagang yang ada di PIBC memanfaatkan  fasilitas uji mutu lab beras ini.

“Kami berharap beras yang dijual oleh pedagang di PIBC kualitasnya benar-benar beras sesuai aturan yang ditentukan oleh Pemerintah. Dengan demikian pada akhirnya akan menambah keyakinan konsumen,” tandas Herry.

Related Articles

Back to top button