BUMD

Kolaborasi OPD dan BUMD Penting dalam Menjaga Ketahanan Pangan Daerah 

Direktur Operasional dan Bisnis PT Food Station Tjipinang Jaya Andre Maulana saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan Tahun 2022 di Banjarmasin, Selasa (26/7). (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Kolaborasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan suatu daerah.

“Peran OPD sangat penting dalam membuat kebijakan menciptakan demand (demand creator) dan BUMD Pangan sebagai pemilik sumber  daya sebagai supply guarantornya” kata Direktur Operasional dan Bisnis PT Food Station Tjipinang Jaya Andre Maulana saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan Tahun 2022 di Banjarmasin, Selasa (26/7).

Dalam paparannya, Andre menjelaskan apa saja yang dilakukan Food Station sebagai BUMD Pangan  dan anggota TPID DKI Jakarta dalam menjaga ketahanan pangan dan inflasi di Jakarta.

“Beberapa program kami ciptakan melalui sinergi dengan OPD, antara lain Beras ASN, Beras untuk karyawan (Berkawan) BUMD DKI Jakarta, Pangan Murah Bersubsidi dan Pasar Murah di Kelurahan yang ada di Jakarta” jelas Andre.

Selain itu dijelaskan pula upaya yang dilakukan Food Station dalam prosesnya bekerjasama dengan mitra mitra di daerah dalam kegiatan Hulu – Hilir.

“Kami juga banyak bekerjasama dengan beberapa daearah sentra produksi beras di Cilacap, Indramayu, Karawang, Sragen, Lampung, Yogyakarta, Ngawi dan seterusnya. Di beberapa daerah tersebut kami bekerjasama melalui Gapoktan, Koperasi dan Perusahaan baik Swasta ataupun Daearah (BUMD) setempat. Ini sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghidupkan perdagangan antar daerah dan membantu kesejahteraan petani di daerah” ujar Andre.

Dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, dalam rakorwil TPID se-Kalimantan tersebut, tampak hadir Kepala Perwakilan BI se-Kalimantan dan juga diikuti perwakilan Pemprov se-Kalimantan.

Roy berharap, Rakorwil juga secara spesifik membahas terkait peran kerjasama atau sinergitas antar daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung pengendalian inflasi daerah dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan strategi dalam pelaksanaan rakorwil TPID.

Menurutnya, laju inflasi di daerah perlu dijaga agar tetap rendah dan stabil. Hal ini merupakan prasyarat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, mengingat pandemi covid-19 belum usai walaupun dilihat dari kenaikan kasus sudah tidak separah 2020-2021.

Rakorwil ini, lanjutnya memiliki peran strategis dalam rangka memetakan mekanisme kerjasama masing-masing daerah terdekat di Kalsel untuk mendukung ketersediaan stok dan kelancaran distribusi bahan makanan antar daerah. Dengan demikian, dapat dihindarkan kelebihan dan kekurangan pasokan di sejumlah daerah.

Pemerataan distribusi bahan pangan tentunya akan meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi bagi setiap daerah. Untuk itu, lanjutnya, mantapkan segala perencanaan kerjasama daerah yang akan dilakukan melalui rakorwil ini agar dapat menjaga ketahanan pangan dan mendukung pengendalian inflasi daerah.

“Peran TPID harus lebih ekstra lagi dalam merespon kondisi global dan nasional yang terjadi agar inflasi terjaga dan stabil,” tandasnya.

Related Articles

Back to top button