BUMD

Komitmen Terhadap Pencegahan Korupsi, Food Station Bidik ISO 37001: 2016 Tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Kick Off Meeting Jasa Konsultan Implementasi Pendampingan Sertifikasi dan Pengembangan Kapasitas PT. Food Station untuk menerapkan ISO 37001;2016 (SMAP), 3/11. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi dan sebagai salah satu bentuk komitmen dalam menerapkan GCG, saat ini PT Food Station Tjipinang sedang berupaya menerapkan ISO 37001: 2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan implementasi SNI ISO 37001: 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) adalah salah satu bentuk keseriusan Food Station sebagai salah satu BUMD Pangan DKI untuk menyempurnakan sistem yang ada, salah satunya mengenai manajemen anti penyuapan.

“Sebenarnya dalam pengelolaan perusahaan, kami sudah melakukan tata kelola yang baik sebagai bagian dari implementasi GCG, tapi kami ingin meningkatkan lagi dengan implementasi ISO 37001: 2016. Terima kasih kami telah dibimbing untuk mendapatkan ISO tersebut,” ujar Arief saat memberikan sambutan di acara Kick Off Meeting Jasa Konsultan Implementasi Pendampingan Sertifikasi dan Pengembangan Kapasitas PT. Food Station untuk menerapkan ISO 37001;2016 (SMAP), 3/11.

Menurut Arief, implementasi ISO 37001: 2016 akan membuat kerja teman-teman di Food Station menjadi lebih enak dan lebih disiplin lagi.

“Kita semua akan mengacu ke ISO jadi ada satandarnya dan kita nggak usah kemana-mana lagi agar kita jadi lebih baik dan jadi contoh,” ungkap Arief seraya salut kepada teman-teman di Jakpro yang sudah lebih dulu mengimplementasikan ISO 370001:2016.

Arief berharap, Food Station bisa lebih cepat mendapatkan ISO 370001:2016 ini. Pasalnya secara organisasi Food Station lebih ramping dibandingkan Jakpro yang memiliki anak perusahaan. Artinya kompleksitas Food Station dibawah Jakpro.

Sekedar informasi, SNI ISO 37001: 2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan mengadaptasi secara identik standar terbaru mengenai Sistem Manajemen Anti-Penyuapan yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardisation (ISO). Standar baru ini sangat penting dalam rangka mendukung upaya pencegahan korupsi, yang merupakan bagian dari Strategi Nasional Pencegahan Korupsi yang tertuang dalam Peraturan Presiden no 54 tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi.

Ari Nugraha konsultan yang membantu Food Station untuk meraih ISO 37000:2016 SMAP mengatakan ISO tentang SMAP sangat bermanfaat untuk perusahaan dalam rangka meningkatkan kredibilitas dan nilai perusahaan, memitigasi resiko pertanggungjawaban pidana korporasi, dan menjaga keberlangsungan perusahaan.

“Jangan lupa sejak tahun 2004-216 di KPK banyak korporasi yang sudah diproses karena pidana korupsi, karena itu upaya pencegahan menjadi penting, karena kalau sudah terjadi korporasi tidak hanya mengalami kerugian finansial semata, tapi image perusahaan juga bisa runtuh seketika,” jelas Ari.

Ari yakin melihat tipologi dan infrastruktur organisasi yang ada, Food Station akan lebih cepat meraih ISO 37000:2016.

“Soal waktu untuk meraih ISO 37000:2016 itu beragam mulai dari 3 hingga 12 bulan. Ini semua tergantung infrastruktur yang dimiliki oleh perusahaan. Untuk Food Station saya perkirakan harusnya 3 bulan udah selesai,” ungkap Ari.

Direktur Operasional Food Station Frans M Tambunan mengatakan teman-teman di Food Station akan cepat merespon keiginan Pak Ari sehingga timeline yang diberkan bisa dijalankan. Kalau perlu ada weekly dan monthly meeting sehingga  bisa diukur secara cepat. Apalagi secara pareral Food Station saat ini juga sedang berupaya meraih ISO 26.000 untuk CSR.

“Semoga keduanya bisa dijalankan bersama dan mudah-mudahan 3 bulan selesai. Mari sama-sama kita dukung karena kita tahu bersama ada pekerjaan pararel yang dikerjakan oleh teman-teman juga. Dan kita mesti pintar-pintar mengatur waktu dan energi dan man power supaya semuanya selesai sesuai jadwal,” tandasnya. (win)

Back to top button