BUMD

MRT Jakarta Gandeng Perum PPD Gelar Studi Pengembangan Layanan Transportasi Terintegrasi

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Effendi dan Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa berfoto bersama di area menaikkan dan menurunkan penumpang bus Perum PPD. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Perum PPD melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman terkait studi pengembangan kerja sama layanan transportasi terintegrasi dalam rangka sistem feeder bagi pengguna MRT Jakarta dan Perum PPD.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Effendi dan Direktur Operasional dan Pemasaran Perum PPD Bambang Suryo Sakti serta disaksikan oleh Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa pada Rabu (11/11) malam lalu.

“Kerja sama ini terkait studi pengembangan layanan sistem feeder bagi pengguna MRT Jakarta dan Perum PPD,” ujar Muhammad Effendi, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Kamis (12/11).

Maksud dan tujuan kerja sama ini ialah untuk melakukan penjajakan kerja sama terkait studi pengembangan layanan transportasi terintegrasi antara MRT Jakarta dan bus Perum PPD dalam hal first and last mile dengan ruang lingkup yang meliputi pembangunan tempat tunggu bagi pelanggan bus PPD di area stasiun MRT Jakarta, melakukan studi skema penjualan servis bus PPD melalui kanal media komunikasi MRT Jakarta, dan studi skema layanan transportasi terintegrasi multimoda seperti infrastruktur, layanan, dan tiket di luar bus PPD dan MRT Jakarta.

Sementara itu Pande Putu Yasa dalam sambutannya menyampaikan bahwa dibangunnya tempat drop off dan pick up untuk pengguna MRT Jakarta dalam menggunakan layanan bus Perum PPD diharapkan dapat menjadi pilihan utama masyarakat sebagai sarana penghubung awal dan akhir perjalanan (first and last mile) bagi pengguna transportasi publik di Jabodetabek, terutama Jakarta.

First mile dan last mile ini lanjut Pande bisa dilakukan dengan berjalan kaki dan bersepeda dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, pengguna dari rumah menuju ke stasiun MRT Jakarta terdekat dan melanjutkan dengan menggunakan bus Perum PPD menuju kantor atau tempat yang dituju lainnya maupun sebaliknya.

Ia menambahkan, kerja sama ini baru permulaan. Saat ini, integrasi antarmoda sangat penting agar layanan transportasi publik kepada masyarakat dapat meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum. Sekarang saatnya integrasi dan kolaborasi, bukan lagi kompetisi.

“Kami juga melihat bus Perum PPD menerapkan protokol kesehatan dengan ketat sehingga dengan itu masyarakat tidak ragu lagi untuk menggunakan transportasi publik,” tandasnya.

Saat ini, masyarakat sudah bisa menikmati hasil kerja sama ini melalui penyediaan layanan bus Perum PPD yang melayani rute Scientia Square Park (SQP), Serpong dan Summarecon Mall Serpong (SMS) hingga Stasiun Lebak Bulus Grab. Lokasi menaikkan dan menurunkan penumpang berada di bawah pintu masuk (entrance) E. Bus berangkat pada pukul 6.00, 7.00, dan 8.00 dari SQP lalu berhenti di SMS dan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Lebak Bulus Grab. Dari Stasiun Lebak Bulus Grab, bus berangkat pada pukul 17.00, 18.00, dan 19.20 WIB.

Sekali perjalanan, pengguna jasa dikenakan tarif Rp25 ribu dengan fasilitas bus meliputi reclining seat dengan pengaturan jaga jarak, jaringan internet nirkabel, sumber daya listrik (charging port), pengatur suhu udara (air conditioner), serta pilihan pembayaran digital kode QR melalui dompet digital seperti OVO atau Gopay. Pesepeda lipat juga boleh menggunakan bus ini. Masyarakat dapat secara berkala memantau kanal media sosial Perum PPD untuk mengetahui jadwal bus atau bergabung dalam grup percakapan whatsapp atau telegram di +62811 1950 055. (win)

Related Articles

Back to top button