BUMDKORPORAT

Pasar Jaya dalam FJGS, Antara Branding, Mapping dan Stabilisasi Harga

Masyarakat tampak antusias mendatangi both penjualan sembako murah di sebuah pasar tradisional milik PD Pasar Jaya. (dok PD Pasar Jaya)

Jakarta Review – PD Pasar Jaya mencatatkan nilai transaksi senilai Rp 6.379 miliar dari keikutsertaannya dalam Festival Jakarta Greate Sales (FJGS) 2017. Nilai transaksi tersebut diperoleh dari 40 pasar tradisional yang diikutsertakan dalam FJGS.

Asisten Manager Bidang Humas PD Pasar Jaya, Amanda Gita Dinanjar mengatakan perolehan nilai transaksi tersebut memang jauh dari target yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp.28 miliar. Namun demikian keterlibatan PD Pasar Jaya dalam FJGS adalah upaya untuk mendorong terciptanya stabilisasi harga tercapai. Ini sesuai dengan tupoksi PD Pasar Jaya yang ketiga yaitu mendorong terciptanya stabilisasi harga.

“Target transaksi untuk tahun ini memang tidak tercapai, pasalnya upaya pemerintah pusat menstabilkan harga dan program pangan murah melalui KJP berhasil memberikan alternatif pilihan berbelanja kepada masyarakat luas,” ujar Manda, 12/7/2017.

Dalam pelaksanaan FJGS tahun ini Pasar Jatinegara meraih peringkat pertama dalam perolehan nilai transaksi. Berikutnya pada peringkat kedua diikuti oleh Pasar Cijantung dan Pasar Kramat Jati pada peringkat yang ketiga.

Sebagai evaluasi lanjut Manda, tahun depan PD Pasar Jaya akan terlibat lagi dalam pelaksanaan FJGS. Pasalnya even seperti FJGS ini efektif untuk dijadikan salah satu sarana stabilisasi harga. Selain itu efektif pula untuk memperkenalkan wajah baru pasar tradisional kepada khlayak luas.

“Melalui even FJGS orang jadi paham bahwa hasil program revitalisasi pasar tradisional berhasil merubah banyak pasar yang dikelola PD Pasar Jaya  kearah yang lebih baik, dan ini bagus sekali untuk branding perusahaan,” cetusnya.

Selain itu lanjut Manda yang juga tak kalah penting untuk diketahui publik adalah 40 pasar tradisional yang diikutsertakan dalam FJGS semuanya masuk ke dalam info pangan Jakarta. Sekedar informasi saat ini ada 43 pasar tradisional yang masuk dalam info pangan Jakarta. Dan pergerakan harga bahan pokok di 43 pasar tradisional tersebut menjadi indikator dalam pengukuran tingkat inflasi di Jakarta.

“Jadi ada fungsi pemetaan juga yang kami lakukan untuk melihat sejauh mana tingkat penyerapan kebutuhan bahan pokok yang ada di 40 pasar tersebut,” pungkasnya.  (win)

Tags

Artikel Terkait

Close