
Jakarta Review – PD Pasar Jaya melalui Manajemen UPB Pasar Kramat Jati tampaknya sangat serius melakukan berbagai pembenahan. Ini seiring dengan proyek revitalisasi UPB Kramat Jati yang masih berlajalan dan ditargetkan tuntas Juni mendatang.
Pembenahan yang paling menonjol yang dilakukan manajemen adalah perbaikan toilet pasar yang standardnya setara dengan toilet yang ada di hotel berbintang.
Berdasarkan pengamatan Jakarta Review, lokasi toilet tersebut berada di lantai 3 bersebelahan dengan masjid yang juga sedang dibangun. Rencananya saat pengerjaannya tuntas, dua fasilitas tersebut akan diresmikan langsung oleh Direktur PD Pasar Jaya.
“Dua fasilitas tersebut terutama toilet rencananya akan dijadikan standard bagi pasar milik PD Pasar Jaya yang akan direvitalisasi,” ujar Manajer UPB Kramat Jati, Agus Lamun, Jum’at (12/5) kepada Jakarta Review.
Karena dijadikan standard lanjut Agus, kedepan setiap pasar milik PD Pasar Jaya yang direvitalisasi model dan bentuknya harus mengacu kepada toilet yang ada disini.
Agus menjanjikan toilet yang sedang dibangun tersebut akan berbeda dengan kondisi toilet yang ada di Pasar. Terutama dari sisi kebersihannya, fasilitas penunjangnya dan luasnya. Itu makanya, pihaknya berhati-hati dalam mengerjakannya. Apalagi proyek toilet tersebut akan dijadikan percontohan dan dalam waktu dekat akan diresmikan oleh Dirut PD Pasar Jaya.
“Bagi saya pembenahan harus total dan tuntas, sehingga kondisi pasar paska revitalisasi benar-benar akan memberikan kenyamanan kepada pedagang dan masyarakat yang datang berbelanja Pasar Kramat Jati,” tambahnya.
Kedepan saat toilet percontohan sudah diresmikan, seluruh toilet yang ada di Pasar Kramat Jati akan disesuaikan bentuknya seperti toilet yang ada di lantai 3.
Peresmian Masjid

Terkait pembangunan Masjid, Agus menuturkan Dirut PD Pasar Jaya akan memberikan nama masjid tersebut pada saat acara peresmiannya. Pembangunan masjid mendesak dilakukan karena sangat diperlukan oleh para pedagang pasar dan pengunjung yang hadir.
“Selama ini disini hanya ada Mushola yang daya tampungnya terbatas, sehingga saat pelaksanaan sholat Jum’at pedagang yang ada disini terpaksa harus keluar lokasi pasar untuk mencari masjid terdekat,’ cetusnya.
Yang jelas saat masjid sudah diresmikan, maka sejak itu pula pedagang, pengelola dan pengunjung yang datang bisa menggunakannya untuk kegiatan peribadatan.
“Mohon doanya agar pembangunan masjidnya berjalan lancar mas dan bisa selesai sebelum masuk bulan Ramadhan sehingga bisa digunakan tak hanya untuk sholat wajib dan Jum’atan tapi juga untuk ibadah sholat tarawih,” pungkas Agus. (win)

