BUMD

Penjualan Food Station Tjipinang Meningkat 76,97 Persen

Display produk beras produlsi Food Station di gerai Transmart Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Dok Food Station)

Jakarta Review, Jakarta – Penjualan PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) 2017 naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kenaikan penjualannya mencapai 76,97 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Direktur Utama FSTJ, Arief Prasetyo.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta ini mencatatkan penjualan hingga pertengahan Desember 2017 mencapai Rp 746 miliar. Sementara tahun sebelumnya hanya sebesar Rp 421 miliar.

Peningkatan penjualan tersebut disebabkan adanya perluasan penjualan. FSTJ menjual bahan pangan di pasar modern, pasar tradisional, dan operasi pasar.

Arief bilang tahun 2018, FSTJ akan menyediakan penjualan susu dan ikan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan gizi bagi masyarakat.

“Tahun depan akan mengadakan ikan dan susu sekitar bulan Maret,” terang Arief.

Mengingat ikan dan susu bukan merupakan makanan primer, Arief bilang saat ini sedang dilakukan pengkajian daya tarik masyarakat. Pengkajian itu dilakukan guna menghindari pembelian yang rendah saat telah disediakan.

FSTJ juga akan membeli beras komersial dari Perum Bulog untuk memenuhi stok. Beras komersial dari Bulog akan dijual mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium.

“Beras komersial bukan untuk kebutuhan beras medium bisa dijual bebas,” jelasnya.

Pemenuhan kekurangan beras medium dilakukan dengan kegiatan operasi pasar. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) merupakan sumber beras operasi pasar tersebut.

Selain mengandalkan Bulog, FSTJ juga mendatangkan beras dari luar Jakarta. FSTJ bekerjasama dengan daerah produsen padi untuk melakukan pembelian.

Arief juga meminta pemerintah menyiapkan mesin pengering. Mengingat panen pada musim hujan, Arief bilang dengan adanya pengering, kualitas beras dapat meningkat.

Selain itu juga akan membuat beras lebih tahan lama untuk disimpan.

(Kontan)

Related Articles

Back to top button