BUMD

Perumda Pasar Jaya Hadirkan PAUD Bina Tunas Jaya II di Pasar Mayestik

Prosesi pemotongan tumpeng di acara oeresmian PAUD Tunas Jaya oleh Perumda Pasar Jaya di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan. (Dok: Humas Perumda Pasar Jaya)

Jakarta Review, Jakarta – Perumda Pasar Jaya membuka ruang belajar untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

PAUD bernama Bina Tunas Jaya II ini merupakan PAUD kedua yang didirikanĀ  Perumda Pasar Jaya setelah sebelumnya meresmikan PAUD di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

PAUD Bina Tunas Jaya II berdiri di atas lahan seluas 114 meter persegi di lantai P3 Pasar Mayestik. Di dalam ruang PAUD terdapat ruang belajar mengajar, ruang bermain, ruang guru, area ibadah, tempat istirahat anak, dapur, dan toilet.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengungkapkan, keberadaan PAUD merupakan bentuk pelayanan Pasar Jaya kepada masyarakat. Pelayanan tersebut terutama untuk para pedagang dan buruh di Pasar Mayestik yang sering membawa anak-anak bekerja.

PAUD di pasar tradisional diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menampung anak yang orangtuanya bekerja, tetapi juga bisa menjadi tempat yang tepat untuk memberi ilmu bermanfaat, pendidikan norma, dan sopan santun.

“Yang menarik, tidak ada pungutan apa pun alias gratis bagi anak yang belajar di PAUD. Selain buat pedagang, masyarakat sekitar juga bisa menitipkan atau menyekolahkan anaknya di sini,” katanya.

Arief memastikan, ke depan pihaknya akan menambah keberadaan PAUD serupa di pasar-pasar tradisional lainnya.

“Tahun depan rencananya kami akan buat di tujuh pasar lagi di antaranya Pasar Walang Baru, Blok M, Tanah Abang dan beberapa pasar lain yang saat ini masih kita kaji,” ucapnya.

Sementara itu, Fery Safarudin, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengapresiasi langkah Pasar Jaya dalam mendorong kemajuan pendidikan di DKI Jakarta.

“Program Pak Gubernur (Anies Baswedan) ini benar-benar membaca kebutuhan pedagang karena kebanyakan yang jualan ini kebanyakan wanita,” ucap Fery Safarudin.

“Jadi Pak Gubernur tanggap sekali. Ini membaca keinginan pedagang. Sekarang fasilitas untuk pedagang bertambah,” katanya lagi.

Dia menambahkan, pendirian PAUD di pasar tradisional diharapkan mampu meningkatkan kualitas anak, baik di sisi pengetahuan dan mental.

“Keberhasihan pendidikan di PAUD adalah modal yang sangat besar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya,” katanya.

“Mudah-mudahan di semua pasar bisa kita siapkan sekolah seperti PAUD ini. Dengan begitu, jumlah anak-anak yang mengenyam pendidikan bisa lebih banyak lagi,” ujar Fery Safarudin. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close