BUMD

PT Food Station Ikuti Rembug Nasional Bidang Pangan di IPB

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi ikut serta dalam Acara Rembug Nasional bertajuk ”Menuju Indonesia Yang Berdaulat Atas Pangan” di Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor, Jawa Barat, pada 20 Oktober 2017. (Dok Humas Food Station)

Jakarta Review – PT Food Station Tjipinang Jaya menghadiri Rembug Nasional bertajuk ”Menuju Indonesia Yang Berdaulat Atas Pangan” di Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor, Jawa Barat, pada 20 Oktober 2017

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Food Station Arief Prasetyo Adi hadir sebagai salah satu pembicara. Hadir pula sejumlah tokoh di bidang pertanian maupun ketahanan, perwakilan dari instansi pemerintahan, maupun stakeholder di bidang pangan lainnya. Beberapa tokoh tersebut antara lain Rektor IPB Prof Herry Suhadiyanto, Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Ketua Rembug Nasional Firdaus Ali.

Kedaulatan pangan, tata kelola, dan penguatan kelembagaan pangan menjadi fokus pembahasan dalam rembuk ini.

Isu kedaulatan, tata kelola, dan penguatan kelembagaan pangan diangkat menjadi tema acara karena pemenuhan hak atas pangan merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sejumlah narasumber menyepakati, pangan merupakan tulang punggung dari ketahanan bangsa. Membangun ketahanan pangan merupakan tanggung jawab semua pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Arief menjelaskan, PT Food Station mendukung upaya pemerintah untuk mengatur tata niaga beras secara komprehensif. “Ketika sudah ada aturan dari hulur ke hilir, perlu ada tata niaga yang baik,” ujar Arief seperti dikutip di laman www.foodstation.co.id.

Menurutnya, pemerintah juga harus berperan ketika harga beras di bawah. Ketika itu terjadi pemerintah harus mengambil alih pembelian beras tersebut.

Di sisi lain, ujarnya, harus ada mekanisme pengaturan mulai dari produksi, hasil panen dan pendistribusian.

“Untuk masalah perberasan memang harus dibicarakan dengan seluruh stakeholder yang terlibat, tidak bisa sendiri-sendiri,” kata Arief. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close