BerandaKORPORATBUMDPT Food Station Terima Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta

PT Food Station Terima Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta

PT Food Station Tjipinang Jaya menerima kunjungan kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana, pada 18 Agustus 2017. Kunjungan dimaksudkan untuk memantau perkembangan terbaru PT Food Station selaku pengelola tunggal Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sekaligus BUMD bidang pangan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Dok Food Station)

Jakarta Review –  PT Food Station Tjipinang Jaya menerima kunjungan kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana, pada 18 Agustus 2017.

Menurut Triwisaksana atau yang biasa dipanggil Bang Sani, kunjungan ini dimaksudkan untuk memantau perkembangan terbaru PT Food Station selaku pengelola tunggal Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sekaligus BUMD bidang pangan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kunjungan ini diterima jajaran Komisaris dan Direksi PT Food Station, antara lain Komisaris Utama Anton Lukmanto, Anggota Komisaris Ida Bagus Anom, Direktur Utama Arief Prasetyo Adi, dan Direktur Keuangan dan Umum Thomas Hadinata.

Arief Prasetyo Adi menegaskan, PT Food Station mengemban misi sosial sekaligus komersial dalam rangka berkontribusi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di DKI Jakarta.

Dari sisi sosial, ujarnya, PT Food Station secara berkala menggelar Operasi Pasar (OP) atau program Pasar Murah guna menjaga stabilitas harga beras dan menekan inflasi daerah.

Volume beras yang masuk dan keluar di PIBC, kata Arief, berkisar 3.000 ton per harinya, dengan perputaran uang sebanyak Rp 50 miliar per harinya. Guna menjaga keamanan pangan, kata Arief, setidaknya PIBC harus menyimpan stok minimal 25 ribu ton.

“Sebagai BUMD pangan sekaligus buffer stock di DKI Jakarta, kami juga sudah memasuki pasar modern dengan memperdagangkan beras merek “FS” yang kami produksi sendiri,” kata seperti dikutip laman foodstation.co.

PT Food Station, ujar Arief, juga mengelola Sistem Resi Gudang (SRG) sekaligus menjadi stand by buyer. Dengan begitu, katanya, pihaknya mampu menjaga inflasi sekaligus stabilitas harga, pasokan, maupun stok beras di DKI Jakarta.

Di sisi lain, Arief mengatakan tujuan BUMD mengembangkan perekonomian daerah, menyediakan barang dan jasa, serta memperoleh laba demi pendapatan asli daerah (PAD).

Bang Sani menyempatkan waktu untuk meninjau SRG dan mesin pengolah beras (rice to rice) yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh PT Food Station. (win)

 

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

JANGAN LEWATKAN