BUMD

Rencana IPO Bank DKI Tergantung Anies-Sandi

Stan Bank DKI di Jakarta Fair Kemayoran 2017. (win)

Jakarta Review, Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DKI sudah sejak lama berambisi untuk mencatatkan namanya pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan, jika mengacu pada rencana bisnis perusahaan sebelumnya, perseroan menargetkan dapat menyandang status sebagai perusahaan terbuka pada 2018 mendatang. Namun, hal itu merupakan program gubernur pada periode sebelumnya.

Memang jika dilihat, pemegang saham mayoritas Bank DKI adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, ketika tampuk kepemimpinan berubah, kebijakan yang akan diambil juga berpotensi berubah. Direktur Bank DKI Antonius Widodo mengatakan, langkah IPO masih berjalan dan semua masih berjalan on progress.

Dia menjelaskan, persoalan IPO merupakan ranah pemegang saham, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta yang menguasai 99,98% saham. Apalagi, langkah yang merupakan rencana inti bank ini adalah langkah strategis yang nantinya akan sangat berdampak pada pemegang saham.

Bank DKI sendiri merupakan bank yang menyandang status sebagai bank BUKU III dengan modal inti sebesar Rp7,20 triliun per September 2017.

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudistira Adhinegara mengatakan IPO Bank DKI merupakan agenda penting yang perlu dilaksanakan unuk menambah pendanaan. Terlebih, Gubernur DKI terpilih saat ini memiliki banyak program yang akan melibatkan Bank DKI.

“Contohnya adalah program DP rumah Rp0. Program itu memiliki pendanaan yang besar. Dari dana IPO, sebagian bisa dipakai untuk untuk program itu dan sebagian untuk memperkuat penyaluran kredit KPR,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Lebih lanjut dirinya mengatakan kemungkinan besar rencana IPO Bank DKI akan tetap berlanjut, mengingat urgensi dari ragam program pemerintah daerah yang bakal berjalan. Namun apapun itu, keputusan terakhir berada di tangan orang nomor satu di Jakarta saat ini. Apakah bank DKI akan menyusul kisah sukses BPD lainnya seperti PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau tidak. (win/wartaekonomi.co.id)

Tags

Artikel Terkait

Close