BIROKRASIBUMD

Riyadi, Sekretaris BP BUMD DKI Jakarta

BUMD Pangan Punya Andil Signifikan dalam Pengendalian Inflasi

Sekretaris BP BUMD DKI Jakarta Riyadi saat mencoba hand tractor di lahan yang ada di Indramayu. (Dok: Istimewa)

Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia DKI Jakarta menyebut BUMD Pangan DKI Jakarta yang terdiri dari PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Dharma Jaya dan Perumda Pasar Jaya memiliki andil signifikan dalam pengendalian inflasi di Jakarta.

Predikat tersebut sangat membanggakan, karena ini merupakan pengakuan kalau  program-program ketahanan pangan yang dieksekusi, BUMD Pangan DKI berhasil membantu upaya pengendalian inflasi di Jakarta.

“BUMD Pangan kita punya andil signifikan dalam pengendalian inflasi. Ini poin penting. Terus-terang saya sangat bangga dan senang atas prestasi ini. Karena dengan terkendalinya inflasi, warga yang selama ini masih perlu campur tangan pemerintah, seperti warga yang pendapatannya menengah kebawah menjadi terbantu,” ujar Riyadi, Sekretaris Badan Pembina (BP) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Di tingkatan Nasional, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta juga beberapa kali menjadi TPID terbaik se-Indonesia. Misalnya penghargaan sebagai TPID terbaik di tahun 2019 saat pelaksaan Rakornas TPID se-Indonesia.

Lagi-lagi ini prestasi yang sangat membanggakan buat BUMD Pangan Jakarta. Karena bersama unsur-unsur lainnya seperti BI Jakarta, Bulog dan Satuan Perangkat Daerah (SKPD) terkait, ketiganya merupakan bagian penting dalam menopang eksistensi TPID Jakarta.

“Jangan lupa BUMD Pangan kita adalah eksekutor utama dari program-program yang dijalankan oleh TPID Jakarta,” jelas Riyadi.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai prestasi yang telah diraih oleh BUMD Pangan DKI dan peluang serta tantangan yang dihadapi di tahun 2020, di sela-sela kesibukan kerjanya, Sekretaris BP BUMD DKI Riyadi berkenan memberikan penjelasan kepada Jakarta Review.

Berikut petikannya :

Bagaimana kinerja BUMD Pangan DKI Jakarta pada taun 2019 ?

Kinerja ketiga BUMD Pangan yang kita miliki menurut saya bagus. PT Food Station Tjipinang Jaya semua indikator kinerjanya sangat baik, misalnya laba, penjualan serta pendapatan usahanya naik signifikan. Demikian juga dengan PD Dharma Jaya  yang pendapatan usaha dan labanya juga naik setelah sekian tahun lalu selalu merugi. Namun di Tahun 2017 dan 2018 sudah meriah meraih untung. Di tahun 2019 kalau dilihat dari laporan triwulanan kecenderungan juga meraih keuntungan, hanya saja nilainya belum bisa saya pastikan karena laporan keuangannya belum diaudit.

Bagaimana dengan Perumda Pasar Jaya ?

Untuk Perumda Pasar Jaya kinerja keuangannya juga baik walaupun banyak mendapat penugasan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seperti Bioskop Rakyat, Pasar Buku murah hingga Pendirian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sejumlah pasar.

Lalu bagaimana kalau diukur dari sisi KSD ?

Kalau dilihat dari program Kinerja Kegiatan Strategis Daerah (KSD) saya pikir juga cukup berhasil juga. Misalnya menurut Penilaian Kantor Perwakilan BI Jakarta, BUMD Pangan kita punya andil signifikan dalam pengendalian inflasi. Ini poin penting. Terus-terang saya sangat bangga dan senang atas prestasi ini. Kenapa, karena dengan terkendalinya inflasi, warga menengah kebawah, yang masih perlu campur uluran tangan pemerintah menengah kebawah menjadi terbantu karena pendapatannya menjadi lebih stabil. Daya belinya juga bisa didorong naik karena inflasinya relatif terkendali. Bayangkan kalau inflasi tak terkendali, saya rasa masyarakat bawah yang paling pontang-panting merasakan terkena dampaknya.

Program Pangan Murah KJP penerima manfaatnya semakin bertambah. Pandangan anda ?

Selama ini sudah ada beberapa kelompok masyarakat yang dibantu oleh program pangan murah. Kini jumlah penerima manfaatnya semakin bertambah lagi, misalnya kalangan difabel, aktvis PKK, kalangan lansia, veteran, buruh dan seterusnya. Sisi positifnya ikut mengendalikan inflasi. Kemudian membantu masyarakat kecil yang memang masih memerlukan uluran tangan pemerintah. Dan teman-teman di BUMD Pangan, sangat responsif terhadap program pangan murah ini. Kami apresiasi atas kemampuan teman-teman di BUMD Pangan untuk menjalankan program pangan murah ini.

Jadi kebijakan program pangan murah ini sudah tepat ?

Saya pikir demikian karena faktanya masih banyak kelompok masyarakat yang perlu bantuan. Namun di masa mendatang juga perlu dipikirkan pemberdayaan dalam bentuk yang lain yang bersifat meningkatkan produktifitas.

PT Food Station portofolio komoditinya semakin bertambah, pandangan anda ?

Saya pikir ini sangat positif, karena di BUMD Pangan kita yang diurus bukan hanya makanan pokok saja seperti beras, tapi ada juga susu, tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, bawang putih, telur, ikan kembung dan seterusnya. Ini saya rasa juga prestasi yang pantas kita banggakan dan apresiasi. Karena saya nggak pernah bayangkan bisa punya BUMD yang berkembang seperti sekarang ini. Dengan semakin banyaknya produk pangan yang diperdagangkan, diharapkan akan semakin memperkuat posisi BUMD DKI Jakarta dalam ikut mengendalikan inflasi.

PT Food Station sudah mulai menggelar uji coba ATM beras. Apa yang disasar dengan program ini ?

Program – program KJP khusus itu Plus dan Kartu-Kartu lainnya, seingat saya hanya berlaku untuk warga yang memiliki KTP DKI Jakarta. Sementara penerima ATM beras adalah orang yang datang ke Jakarta namun belum punya KTP DKI Jakarta dan secara ekonomi perlu dibantu. Karena bagaimanapun, dari sisi kemanusian, siapapun wajib dibantu kalau kesulitan untuk mendapatkan makan, walaupun mereka bukan warga Jakarta. Di Jakarta ada segmen ini yang belum bisa dibantu dan dijangkau oleh berbagai program pangan murah yang ada, namun bisa dijangkau oleh Program ATM Beras. Menurut saya ini kreatifitas positif yang dilakukan manajemen PT Food Station agar tidak ada orang yang kelaparan di Jakarta. Kita nggak ingin melihat ada orang kelaparan di Jakarta.

Jadi nggak ada syarat domisili untuk penerima ?

Setahu saya nggak ada. Sekali lagi program ini dibuat untuk menjangkau orang yang belum memiliki KTP DKI Jakarta. Untuk para penerimanya nanti menjadi tanggung jawab pimpinan wilayah seperti RT, RW sampai dengan Kelurahan yang akan menyeleksinya.

PT Food Station juga sudah masuk ke komoditas jagung. Pandangan anda ?

PT Food Station memang sudah masuk ke komoditi jagung, bekerjasama dengan kelompok tani yang ada di Sulawesi Tenggara. Yang saya dengar jagung tersebut nantinya lebih diperuntukkan untuk memasok peternak telur ayam yang ada di Blitar. Informasinya, peternak ayam disana seringkali terkadang pada momen-momen tertentu mengalami kesulitan mendapatkan pasokan jagung sebagai bahan pakan utama. Kalaupun tersedia harganya relatif mahal. Nah PT Food Station masuk untuk menjamin ketersediaan jagung tersebut dengan harapan suplai pasokan telur ke Jakarta menjadi stabil dan terjaga. Intinya jagung menjadi salah satu faktor untuk menjaga kelangsungan suplai telur ayam untuk ke Jakarta. Jadi ini simbiosis mutualisma saja. PT Food Station butuh stabiltas pasokan telor sementara peternak butuh pasokan pakan ternak yang harganya terjangkau. Saya rasa ini bagus dan positif.

Pola yang dikembangkan oleh BUMD Pangan kita dalam mencari pasokan menghidupan perdagangan antar daerah. Pandangan anda ? 

Lagi-lagi ini hal yang sangat positif yang dibangun oleh BUMD Pangan DKI Jakarta. Dan hal ini memang harus dilakukan karena DKI 99% pasokan makanan untuk warga DKI Jakarta berasal dari luar Jakarta. Dengan demikian kerjasama menjadi sebuah keniscayaan yang harus dijalin terus-menerus. Ini sekaligus mencerminkan bentuk kerjasama antar daerah yang diperankan oleh BUMD dan masyarakat.

Perumda Pasar Jaya aktif membangun jalur distribusi KJP di kelurahan dan kantor kecamatan. Pandangan anda ?

Betul Perumda Pasar Jaya memang aktif membangun jalur distribusi di kantor-kantor Kelurahan dan Kecamatan. Tujuannya ada dua, pertama membantu penyaluran untuk program pangan murah KJP. Kedua untuk membantu para  pedagang kelontong warung-warung kecil yang ada di lingkungan. Mereka memastikan hanya dijual menjual kepada untuk mereka (dua kelompok ini) supaya belanjanya nggak tidak perlu jauh-jauh, sehingga mereka bisa punya harga yang relatif kompetitif. Dengan demikian, mudah-mudahan dari sisi harga mereka bisa bersaing dengan pasar modern yang sekarang ada di hampir setiap sudut jalan.

Bagaimana dengan program sertifikasi lahan untuk menopang rencana pembangunan Pasar Terpadu ?

Program sertifikasi memang dilakukan untuk menunjang rencana  pembangunan pasar terpadu memang yang sedang dikembangkan terus oleh Perumda Pasar Jaya. Harapannya dengan lahan sudah atas nama Perumda Pasar Jaya, mereka bisa lebih mudah untuk mengoptimalkan lahannya. Jangan lupa Dengan optimalisaasi, di atas lahan dimaksud akan dapat dengan membangun dibangun pasar terpadu (mix used) yang konsepnya menggabungkan pasar dengan hunian yang dikoneksikan dengan transportasi umum, memang menjadi sebuah jawaban karena di lokasi pasar yang sudah dibangun diatasnya sudah ada hunian berupa rusun atau apartemen yang menjadi captive market. Dengan konsep ini, logikanya penghuni bisa belanja langsung kebawah saja dan nggak perlu pergi ketempat lain serta kalaupun ada keperluan ke tempat lain bisa terhubung langsung dengan transportasi umum. Dengan demikian diharapkan sekaligus akan membantu mengurangi kemacetan.

Apalagi manfaat dari pembangunan pasar terpadu ?

Pembangunan rusun terpadu juga sekaligus menunjang Program Hunian Dp 0 rupiah persen yang menjadi program strategis Pemprov DKI Jakarta. Sekedar informasi, selain Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Perumda Pasar Jaya juga termasuk yang ikut  serta dalam program Rumah DP 0 rupaih.  Manfaat lain, Selain itu juga untuk diharapkan dapat membantu penjualan pedagang yang saat ini terancam kalah bersaing dengan bisnis online. Kalau nggak ada kreatifitas dan inovasi produk, kasihan pedagang yang saat ini menjadi tenant Pasar Jaya.

Saat ini berapa jumlah BUMD yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta ?

Jumlah BUMD yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ada 13 per definisi UU tentang Pemerintah Daerah No 23 tahun 2014.

Lalu bagaimana dengan yang quasi BUMD dan BUMN seperti PT JIEP ?

Per definisi Pemprov DKI Jakarta memiliki 13 BUMD. Kemudian 10 perusahaan patungan . Disebut perusahaan patungan karena kepemilikan saham Pemprov DKI  Jakarta kurang dari 51 persen. Untuk kategori ini misalnya PT JIEP itu yang memang seperti quasi BUMD dan BUMN karena masing-masing memiliki kepemilikan saham yang sama. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close