BUMD

Tahun 2017, Kinerja Keuangan Dharma Jaya Semakin Hijau  

Direktur Utama (Dirut) PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusuma Jati . (beritajakarta)

Jakarta Review – Kinerja keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Dharma Jaya di tahun 2017 ini dipastikan akan semakin hijau. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusuma Jati Kamis, 28 September 2017 lalu di kantornya di Penggilingan Jakarta Timur.

Ia menuturkan pada triwulan II 2017 perusahaannya sudah meraih laba Rp552 juta. Perolehan tersebut meningkat dari laba triwulan I 2017 yang mencapai Rp533 juta. Sementara itu untuk triwulan III 2017, ia memastikan laba yang dicapai akan semakin bertambah, pasalnya ada momentum Hari Raya Idul Adha.

“Di tahun 2017 sampai dengan Juni ada kelebihan beberapa ratus juta. Kayanya di triwulan III keuntungannya lumayan, karena ada Hari Raya Idul Adha yang memicu peningkatan pasokan daging,” ujarnya kepada Jakarta Review.

Marina bersyukur dengan kinerja keuangan perusahaannya yang semakin hijau. Pasalnya selama menjabat dirinya terus berusaha memperbaiki neraca keuangan perusahaan agar terus bergerak ke arah positif. Termasuk, dengan melakukan lagi restrukturisasi hutang, optimalisasi asset dan melakukan berbagai inovasi produk .

“Hasilnya berkat kerja keras dan komitmen dari karyawan, kinerja keuangan PD Dharma Jaya sudah bisa plus dan semakin hijau,” tuturnya.

Sekedar informasi Tahun 2014 kinerja keuangan PD Dharma Jaya minus Rp 18 miliar, 2015 minus Rp 8 miliar, kemudian tahun 2016 baru untung Rp900 juta.

“Tapi keuntungan di tahun 2016 tersebut bukan karena usaha, melainkan karena restrukturisasi dengan bank. Baru 2017 kita mulai dapat keuntungan murni karena hasil bisnis,” cetusnya.

Meski kinerja keuangannya sudah hijau, Marina mengaku belum terlalu confident atas pencapaian tersebut.

“Labanya masih terlalu kecil kalau dibandingkan dengan perputaran uang. Jadi kami harus terus melakukan berbagai inovasi produk, optimalisasi asset dan tak lupa juga efisiensi. Rumusnya tiga hal itu,” ungkapnya.

Namun demikian sebagai BUMD yang memiliki tugas pokok untuk memenuhi kebutuhan daging di Ibu Kota, pihaknya mengaku tak bisa mengambil keuntungan layaknya perusahaan swasta.

“Dulu saya saat masih di swasta saya bisa ambil untung net 6 persen. Disini ya kami cukup dengan 3 persen karena kan sebagian ada penugasan sebagai public service,” tandasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close