BUMD

Terus Gelar Perbaikan Sarana PIBC, PT Food Station Gelar Program Revitalisasi

Direktur Utama, PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi saat memberikan sambutan di acara Peresmian Kartu Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang di Lapangan Parkir Pasar Induk Beras Cipinang, Rabu, 20 November 2019. (dok: win/jakrev)

Jakarta Review, Jakarta – Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir perbaikan sejumlah sarana dan prasarana yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) terus-menerus dilakukan oleh Jajaran manajemen PT Food Station Tjipinang Jaya. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian manajemen terhadap pedagang yang beraktifitas di PIBC.

Direktur Utama, PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan perbaikan sarana dan prasarana secara bertahap tersebut dibalut dalam sebutan Program Revitalisasi PIBC.

“Usia PIBC sudah 40 tahun-an lebih, karena itu kami sangat concern dan serius melakukan perbaikan sarana dan prasarana penunjang yang ada di PIBC. Ini sekaligus wujud komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pedagang yang ada di PIBC,” ujar Arief saat memberikan sambutan di acara Peresmian Kartu Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang di Lapangan Parkir Pasar Induk Beras Cipinang, Rabu, 20 November 2019.

Beberapa perbaikan tersebut antara lain pengecatan atap pertokoan dan pergudangan, perbaikan gudang dari kondisi yang semi permanen menjadi permanen, pergantian pagar, perbaikan kondisi jalan akses ke PIBC hingga penataan sarana parkir kendaraan.

“Singkatnya setiap tahun kami selalu mensisihkan anggaran perusahaan untuk perbaikan sarana dan prasarana penunjang di PIBC,” ungkap Arief.

Semua perbaikan secara bertahap tersebut lanjut Arief direalisasikan dengan menggunakan kas internal perusahaan. Karena itu tidak benar kalau ada pihak yang mengatakan dirinya dan jajaran direksi yang lain tidak peduli terhadap nasib pedagang di PIBC. Apalagi anggaran yang dibutuhkan untuk menggelar program revitasiliasi tidaklah kecil. Kalau ditotal dari tiga tahun lalu angkanya bisa mencapai ratusan miliar.

“Kalau tidak peduli terhadap pedagang yang ada di PIBC, kami nggak akan mungkin mengeluarkan anggaran sebesar itu untuk melaksanakan program revitalisasi,” jelas Arief. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close