BUMDKORPORAT

Pasar Jaya Resmikan Gerai Jakmart Kedua di Pasar Pramuka

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin melakukan prosesi gunting pita pada acara peresmian Jakmart di Pasar Pramuka. (Yayan PJ)

Jakarta Review – Setelah membuka gerai Jakmart di Kantor Pusatnya di Cikini, PD Pasar Jaya Rabu (12/4) lalu meresmikan gerai kedua Jakmart di Pasar Pramuka. Di lokasi yang sama tepatnya di bekas kantor pusat yang lama, PD Pasar Jaya juga meresmikan pusat diklat.

Pembukaan Jakmart Pramuka dihadiri pula oleh Kepala BP BUMD Provinsi DKI Jakarta serta pejabat struktural PD Pasar Jaya.

Dengan mengusung konsep mini market dengan trading area seluas 30 – 120 meter persegi, target pelanggan Jakmart adalah end user, pemegang KJP dan PNS Pemprov DKI Jakarta. Harga masing-masing varian produk diklaimnya lebih murah sekitar 3-4 persen dari gerai mini market sejenis.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan setelah dibuka di kantor pusat PD Pasar Jaya dan Pasar Pramuka, dalam waktu dekat Jakmart juga akan dibuka di Balai Kota DKI dan Pasar Rawa Bening.

“Kami sedang kordinasi, mudah-mudahan secepatnya Jakmart di Balai Kota dan Pasar Rawa Bening bisa operasional,” ujarnya.

Tahun ini pihaknya menargetkan akan membuka 35 minimarket Jakmart di wilayah DKI Jakarta. Lokasinya menyasar sejumlah pasar tematik yang selama ini dimiliki oleh PD Pasar Jaya dan perkantoran pemerintahan serta BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, pusat belanja/mall, MRT station, Trans Jakarta station dan Rusun.

Sekedar informasi, selain Pasar Rawa Bening dan Pasar Pramuka, masih ada beberapa pasar tematik yang dimiliki oleh PD Pasar Jaya. Beberapa pasar tematik itu antara lain, Pasar Asam Reges (onderdil otomotif), Pasar Cipete (onderdil otomotif), Pasar Tanah Abang (tekstil), Pasar Cipulir (tekstil), Pasar Mayestik (tekstil), Pasar Blok M Square (tekstil), Pasar Lindeteves (mekanikal) dan Pasar Ckini Gold Center (perhiasan).

Pasar tematik dipilih untuk lokasi pembukaan Jakmart lanjut Arief, karena PD Pasar Jaya tidak ingin berbenturan dengan pedagang kelontong yang selama ini sudah berjualan di sejumlah pasar yang dimiliki PD Pasar Jaya.

“Kami nggak ingin dan nggak akan bersaing dengan para pedagang kelontong yang selama ini berdagang di sejumlah pasar yang kami miliki,” tegasnya. (win)

Related Articles

Back to top button