BUMDKORPORAT

Renovasi Grand Cempaka Bisnis Hotel Usung Budaya Betawi

Direktur Utama PT Jakarta Tourusindo Emeraldo Parengkuan saat memberikan penjelasan kepada beberapa awak media di sela acara MOU dengan HIG di Grand Cempaka Bisnis Hotel Jakarta. (Sigit Artpro)

Jakarta Review – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta baru saja bersinergi melahirkan Perda Nomor 229 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi serta Pergub Nomor 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi.

Beleid yang bertujuan mengangkat budaya betawi ketempat yang terhormat tersebut salah satunya mengharuskan setiap hotel yang ada di Jakarta untuk menampilkan ornamen budaya betawi di dalam interior hotel tersebut.

“Sebagai hotel milik BUMD DKI Jakarta PT Jakarta Tourisindo, Grand Cempaka Bisnis Hotel tentu akan selalu mendukung beleid tersebut. Akan ada tampilan berbagai ornamen betawi jaringan hotel yang kami miliki,” ujar Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo Emeraldo Parengkuan.

Ornamen betawi tersebut lanjut Aldo akan terlihat di beberapa kamar hotel kami yang baru selesai direnovasi. Ada 30 kamar di beberapa lantai yang dalam waktu dekat akan selesai direnovasi.

“Ada ornamen batik betawi disetiap kamar tersebut. Kami beli langsung dari pengrajinnya. Ornamen serupa juga rencananya akan kami munculkan di sejumlah kamar lain dan Ballroom,” terang Aldo.

Kedepan ornamen betawi ini juga akan kami tampilkan di kamar-kamar lainnya. Kebetulan saat ini kami sedang mengajukan anggaran di APBD Perubahan sebesar Rp 7 miliar untuk merenovasi 45 kamar hotel dan mengganti beberapa perlengkapan hotel yang sudah usang.

Selain memunculkan ornamen batik betawi, kami juga akan membuat Festival kuliiner betawi yang akan dimunculkan pada perayaan HUT DKI Jakarta mendatang. Kemudian kami juga menyediakan welcome drink bir peletok kepada tamu yang hadir di hotel kami. Bahkan kami juga sedang menyiapkan menu betawi dalam sajian list menu.

“Selama ini kami hanya menyediakan juice buah segar sebagai welcome drink kepada tamu. Kini kami tambah pilihannya dengan minuman bir peletok,” papar Aldo.

Kerjasama dengan Bamus Betawi

Untuk mengimplementasikan ornamen busaya betawi tersebut, kami juga intens berkomunikasi  dengan Bamus Betawi.

“Kami akan menyediakan tempat kepada Bamus yang digunakan untuk memajang berbagai souvenir khas betawi. Tak hanya itu kami juga meminta Bamus untuk menggelar acara bersama misalnya festival budaya betawi secara rutin di Grand Cempaka Bisnis Hotel,” cetus Aldo.

Aldo menambahkan pihaknya juga sedang berpikir untuk membuat miniatur display rumah betawi atau warung atau bar lounge ala betawi. Di tempat tersebut nanti bisa disuguhkan aneka jajanan khas betawi.

“Kebetulan kami juga baru saja bekerjasama dengan Hotel Indonesia Group (HIG) yang selalu berhasil menerapkan konsep lokal dalam pengelolaan hotelnya. Jadi kami sepakat untuk mengedepankan budaya betawi sebagai ciri khas hotel yang dimiliki oleh PT Jakarta Tourisindo,” pungkasnya. (win)

 

 

Tags

Artikel Terkait

Close