MEGAPOLITAN

300 Peserta Ikuti Bimtek Sertifikasi CHSE yang Digelar Sudin Parekraf Jaksel  

Plt Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Selatan Rus Suharto dan sejumlah narasumber Bimtek (Bimtek) protokol kesehatan berbasis CHSE berfoto bersama, 18 Desember 2020. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Dalam rangka memberikan keyakinan dan kenyamanan bagi para wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di Jakarta Selatan, Suku Dinas (Sudin) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Selatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environment (CHSE) tahun 2020 di Hotel Amos Cozy, Melawai Jakarta Selatan, 18 Desember 2020.

Bimtek protokol kesehatan berbasis CHSE yang diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tersebut akan diberikan kepada pengusaha Industri pariwisata Hotel dan Resto yang berada di Jakarta selatan. Adapun yang tampil menjadi narasumber adalah Andi Mohan (Asperapi), Krisnadi (Ketua PHRI Jakarta), Vebri (Sucofindo), M Nurdin Razak (akademisi dan praktisi) serta sejumlah narasumber lainnya.

“Acara diikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari pegawai hotel dan resto dan pelaku industri pariwisata yang ada di Jakarta Selatan. Kepada semua peserta tersebut diberikan materi terkait CHSE dari beberapa institusi yang membidangi CHSE dimasa pandemi covid 19,”ujar Plt Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Selatan Rus Suharto dalam keterangan resminya Senin 21 Desember 2020.

Pandemi covid 19 ini telah mengubah paradigma masyarakat, dimana faktor kesehatan, keamanan, dan keselamatan menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan atau tujuan wisata. Dengan demikian pengembangan pariwisata harus memperhatikan dan membangun semua aspek pariwisata dan ekonomi kreatif menuju quality tourism.

“Diharapkan quality tourism ini berdampak kepada kita, membuat wisatawan menjadi lebih betah di destinasi, jadi staying lebih lama, spending lebih banyak,” tuturnya.

Sudin Pariwisata Jakarta Selatan mengharapkan kerjasama yang baik dari industri pariwisata hotel dan resto untuk dapat menerapkan industri pariwisata di era adaptasi kebiasaan baru dengan aman dan nyaman.

“Kita semua mengerti pandemi ini menekan dan berdampak yang besar terhadap semua kehidupan kita, terlebih kepada industri pariwisata di Jakarta Selatan, namun kita harus menghadapi bersama dengan dapat

mengimplementasikan penerapan protokol kesehatan sebaik-baiknya dan dinas pariwisata dan ekonomi kreatif akan terus memberikan dukungan kepada industri pariwisata yang ada di Jakarta Selatan serta menghadirkan inovasi-inovasi yang niscaya memberikan harapan yang lebih baik,”jelasnya.

Rus berharap melalui bimtek ini, makin banyak pelaku usaha pariwisata di Jakarta Selatan yang mendapatkan sertifikat CHSE yang selama ini menjadi acuan karena berstandarkan WHO. Apalagi dengan mendapatkan sertifikasi CHSE, maka destinasi wisata tersebut dinilai telah memenuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Dengan meraih sertifikasi CHSE, destinasi wisata tersebut berpotensi untuk lebih banyak dikunjungi wisatawan karena telah memberikan jaminan rasa aman karena disiplin menerapkan prinsip K4 (kebersihan, keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan) sebagai upaya memulihkan sektor pariwisata,” cetusnya.

Disisi lain Ketua Dewan Pengawas Jakarta Tourism Forum (JTF) Nurdin Al Fahmi mengapresiasi acara Bimtek CHSE yang diinisiasi oleh Sudin Parekraf Jakarta Selatan. Apalagi dengan persiapan yang terbilang mepet, acara bimtek bisa terlaksana dengan lancar. Dan semua peserta hingga narasumber semuanya happy.

“Di saat pandemi yang belum berakhir, melalui acara ini peserta yang merupakan pelaku industri pariwisata seolah menemukan harapan baru untuk tumbuh kembali dan menghadapi masalah secara bersama-sama,” tandasnya.

Related Articles

Back to top button