BerandaMEGAPOLITANASAL-USULAndilan Kebo: Simbol Gotong Royong Betawi Menuju Jakarta Kota Global

Andilan Kebo: Simbol Gotong Royong Betawi Menuju Jakarta Kota Global

JAKARTA – Di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global, pelestarian akar budaya lokal tetap menjadi prioritas utama.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah budaya Betawi melalui tradisi Andilan Kebo yang digelar di Puskeswan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).

Tradisi potong kerbau ini bukan sekadar seremoni. Pramono menilai Andilan Kebo merupakan kristalisasi nilai luhur masyarakat Betawi, yakni arisan, gotong royong, dan kepedulian sosial.

Dalam acara yang diinisiasi Majelis Kaum Betawi ini, sebanyak sembilan ekor kerbau dipotong untuk dibagikan kepada keluarga yang membutuhkan.

“Ini adalah esensi budaya yang luar biasa. Ada nilai berbagi di dalamnya yang harus kita rawat terus-menerus,” ujar Pramono. dikutip dari laman Pemprov DKI, Rabu (18/3/2026.)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berkomitmen menjaga marwah budaya Betawi melalui tradisi Andilan Kebo. / Foto: Instagram @beritajakarta

Payung Hukum Budaya Betawi

Pramono mengingatkan bahwa penguatan identitas lokal kini memiliki landasan konstitusi yang kuat melalui UU Nomor 2 Tahun 2024. Regulasi tersebut menetapkan budaya Betawi sebagai budaya utama di Jakarta.

Status tersebut menjadi modal sosial penting bagi warga Jakarta untuk tetap rukun dan bersatu di tengah persaingan kota global.

Sebagai langkah konkret penghormatan terhadap tokoh intelektual dan spiritual lokal, Pemprov DKI merencanakan perhelatan akbar:

  • Haul Ulama Besar Betawi: Rencananya akan digelar pada Juni mendatang di Monas atau Lapangan Banteng, bertepatan dengan HUT Jakarta.

  • Revitalisasi Sejarah: Komitmen renovasi Museum Husni Thamrin untuk menjaga memori kolektif perjuangan tokoh Betawi.

Visi Jakarta Inklusif

Tak hanya soal tradisi etnik, Pramono juga membidik visi Jakarta sebagai role model toleransi beragama. Dia memastikan perayaan hari besar seluruh agama akan mendapat ruang yang setara di ruang publik, termasuk rencana penyelenggaraan pawai obor pada malam takbiran mendatang.

“Apa yang kita lakukan di Bundaran HI saat menyambut Natal, Imlek, Nyepi, hingga Ramadan, harus menjadi standar nasional dalam menciptakan kehidupan beragama yang toleran,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo menekankan bahwa tradisi Andilan Kebo memiliki dimensi religi yang kuat. Mantan Gubernur DKI ini berharap kepekaan sosial yang tumbuh dari tradisi ini terus berkembang seiring pelestarian budaya Betawi di masa depan.

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

[Jakarta Review

JANGAN LEWATKAN