BIROKRASIMEGAPOLITAN

JTF Dorong Jakarta Masuk Destinasi Wisata Kelas Dunia dan Pusat Halal Dunia

Sejumlah narasumber yang tampil dalam Acara Sharing dan Reguler Meeting Jakarta Tourism Forum (JTF). (Dok: Jakarta Tourism Forum)

Jakarta Review, Jakarta – Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi DKI Jakarta mengatakan untuk memajukan dunia pariwisata salah satunya melalui pengembangan kebudayaan yang saat ini menyumbang penghasilan pendapatan asli daerah (PAD) di Jakarta, sebesar Rp5 triliun.

“Ketika saya ingin membangun pariwisata maka yang saya pikirkan dulu bagaimana mengembangkan kebudayaan. Misalnya, pak Gubernur menginginkan ada festival sepanjang tahun. Di Disparbud sumbang penghasilan Rp5 triliun dari wisata masuk PAD. Ini angka yang luar biasa,” kata Asiantoro dalam siaran persnya diterima Jakrev.com, Selasa (23/1).

Asiantoro mengungkapkan itu ketika berbicara dalam acara Sharing dan Reguler Meeting Jakarta Tourism Forum (JTF) ke-7 pimpin Salman Dianda Anwar, sekaligus moderator dengan menampilkan sejumlah panelis.

Menurut Asiantoro, pelestarian budaya di Jakarta, telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 27 tentang kebudayaan. Dilestarikan terutama budaya Betawi dan jangan sampai meninggalkan budaya lokal.

Untuk membangun pariwisata di Jakarta, Asiantoro mengharapkan sinergitas pihak-pihak yang berkompeten melalui kerjasama dengan mengajukan ide-idenya dan terobosan-terobosan untuk menarik wisatawan.

Meski saat ini katanya, terjadi keterbatasan tenaga aparatur sipil negara (ASN) mengelola pariwisata karena memasuki masa pensiun. Kesempatan terbaik di dunia Pariwisata diharapkan datangnya dari alumni UPT (unit pelaksana Teknis), yang berpengalaman karena mereka dulu bekerja pada kegiatan Asian Games.

“Jumlah ASN berkurang saat ini. Tahun depan ada beberapa pensiun lagi. Padahal mereka para pelaku kegiatan-kegiatan di dinas pariwisata . Mereka punya sertifikat dari Kementerian dan Disparbud,” ujarnya.

Kepala Badan Pembina BUMD DKI Jakarta Yurianto mengatakan pihaknya membuka diri dan meminta masukan tentang pengembangan pariwisata untuk dijadikan program di BUMD. Disebutkan objek wisata yang di DKI Jakarta salah satunya yakni Pantai Ancol.

“Saya kira dalam hal ini perlu masukan dari pihak tourism. BUMD memiliki banyak peluang untuk mengembangkan misalnya wisata pantai Ancol. Saya berharap apa yang bisa dimasukkan ke program kelancaran BUMD terkait Jakarta,” katanya.

Teuku Sahir Syahali selaku Wakil Direktur Utama Ancol mengungkapkan bahwa peluang dalam mengembangkan wisata halal food sangatlah besar di Jakarta, termasuk menyiapkan dan membangun sarana ibadah misalnya di area Pantai Ancol, Jakarta Utara.

“Kita kembangkan halal food. Kita akan buat masjid terapung di sisi barat, di belakang Dufan tentunya ini rekreasi. Kita juga sediakan menu buka puasa bersama untuk hari Senin-Kamis. Kita menuju pada wisata halal,” ucapnya.

Syahali mengatakan, saat ini telah dilakukan penambahan sarana penerangan jalan untuk kenyamanan para pengunjung. Termasuk penambahan fasilitas rekreasi di Ancol dengan mendirikan pusat penjualan pakaian hijab

“Kita jadikan kawasan Ancol sebagai tempat nasionalis-religius. Kita buat market hijab. Kita akan buatkan wahana nusantara di Ancol,” tandasnya. (win)

Related Articles

Back to top button