BIROKRASI

Kinerja DPM dan PTSP Picu Kenaikkan Peringkat Kemudahan Berusaha di Indonesia

Kepala DPM dan PTSP DKI Jakarta, Edy Junaedi Harahap. (Alif/Jakrev)

Jakarta Review, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM dan PTSP) menyambut baik kenaikan peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EODB) yang dicapai Indonesia.

Berdasarkan Laporan Bank Dunia tentang EODB di Indonesia tahun 2018, peringkat Indonesia menjadi posisi 72 dari 190 negara yang disurvei. Posisi ini naik 19 peringkat karena sebelumnya pada EODB 2017 peringkat Indonesia berada di posisi 91. Ini berarti dalam 2 tahun terakhir posisi Indonesia telah naik 34 peringkat. Sebelum EODB 2017, posisi Indonesia berkisar antara peringkat 116 – 129.

Kepala DPM dan PTSP DKI Jakarta, Edy Junaedi Harahap mengatakan kenaikan tersebut merupakan hal yang berarti bagi DPM dan PTSP, pasalnya ada kontribusi nyata dari DPM dan PTSP DKI Jakarta terutama memberikan kerja nyata dalam dua dari 10 indikator EODB.

“Kenaikan peringkat EODB tersebut merupakan apresiasi bagi kerja nyata yang kami lakukan selama ini,” ujarnya, Sabtu (4/11).

Ia menyebutkan, kedua indikator DPMPTSP DKI Jakarta yang memiliki kontribusi yakni indikator mendirikan usaha dan indikator kepengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sekedar informasi, Jakarta dan Surabaya memiliki peranan penting dalam survey EODB 2018. Kedua kota bisnis terbesar di Indonesia ini, menjadi lokasi perhitungan yang dilakukan oleh Bank Dunia.

Ada 190 negara yang disurvei dengan melihat asumsi, kriteria, metodologi, dan definisi tertentu untuk mengetahui peringkat EODB. Adapun bobot penilaian Jakarta sebesar 78 persen dan Surabaya sebesar 22 persen.

Pemprov DKI Jakarta melalui DPMPTSP DKI Jakarta lanjut Edy telah melakukan inovasi tiada henti guna memberikan kemudahan berusaha bagi warga Ibukota. Berdasarkan laporan Bank Dunia mengenai EODB 2018 yang bertajuk “Reforming to Create Jobs” menyebutkan bahwa peringkat Indikator memulai usaha (Starting a business) menduduki peringkat 144, meningkat 23 poin dari tahun sebelumnya dan indikator mengurus izin mendirikan bangunan (Dealing with Construction Permits) menduduki peringkat 108, meningkat 8 poin dari tahun sebelumnya.

“Adanya kenaikan peringkat pada indikator Starting a business dan Dealing with Construction Permits, merupakan cerminan bahwa pemerintah telah menciptakan iklim peraturan yang kondusif untuk menyelenggarakan usaha di Indonesia” tuturnya.

Lebih lanjut, Edy menambahkan untuk memulai usaha di Jakarta, pelaku usaha dapat mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) secara simultan melalui perizinan daring (online) pada website pelayanan.jakarta.go.id. Inovasi tersebut terbukti mengurangi waktu proses dari sebelumnya 28 hari menjadi enam jam. Dengan memotong 13 prosedur menjadi 6 prosedur, pembuatan SIUP dan TDP adalah Gratis, sehingga biaya yang dikeluarkan pelaku dunia usaha untuk memulai usahanya hanya sebesar total Rp. 2.180.000 dari pembuatan Akte Pendirian sampai dengan memulai usaha.

Kejar Peringkat 40 Dunia

Edy menambahkan, saat ini untuk mengurus seluruh keperluan perizinan dan non perizinan, warga Jakarta cukup mendatangi Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta yang baru saja diresmikan pada tanggal 12 Oktober 2017 lalu. Gedung dengan design ruang pelayanan yang Modern, Hangat, Dinamis dan alami ini, dapat melayani total 328 layanan dengan 269 jenis izin/non izin kewenangan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta dan 59 jenis layanan kewenangan Pemerintah Pusat, BUMN, BUMD dan swasta lainnya.

“Kami akan terus melakukan perbaikan regulasi, mempercepat standar waktu pelayanan, melakukan sosialisasi lebih efektif, dan peningkatan pelayanan melalui sistem daring (online) serta menanamkan nilai-nilai SETIA (Solusi, Empati, Tegas, Inovasi dan Andal) dalam melayani warga Ibukota guna meningkatkan peringkat EODB Republik Indonesia hingga menduduki peringkat 40 dunia, sesuai dengan target pemerintah Republik Indonesia.”tandas Edy. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close