BIROKRASI

Pemprov DKI: Uji Coba Belajar Tatap Muka Tahap II dijadwalkan 7-24 Juni 2021 

Suasana asesmen (PTM tahap II) sudah mulai 26 April sampai 4 Mei di Jakarta. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah Tahap II akan berlangsung pada 7 hingga 24 Juni 2021. Mulai sekarang, Pemprov DKI sudah membuka asesmen bagi sekolah di Jakarta untuk menjadi peserta uji coba PTM tahap II.

“Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka tahap II pada 7 sampai 24 Juni 2021,” ujar Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah, Kamis (29/4/2021).

Disdik DKI Jakarta, kata Taga, telah membuka asesmen terhadap sekolah-sekolah yang ingin ikut dalam proyek uji coba PTM ini. Asesmen ini dilakukan di luar 85 sekolah yang mengikut uji coba PTM tahap I, yang mulai dari 7-29 April 2021.

“Asesmen (PTM tahap II) sudah mulai 26 April sampai 4 Mei. Kemudian verifikasi hasil asesmen mulai tanggal 4 sampai 8 Mei. Lalu, karena libur Lebaran, pelatihan buat sekolah yang terverifikasi, tanggal 24 Mei hingga 4 Juni 2021,” jelas Taga.

Sementara untuk 85 sekolah yang sudah ikut PTM tahap 1, kata Taga tidak otomatis kembali ikut pada tahap II. Jika mau ikut kembali, kata dia, maka 85 sekolah tersebut harus mengisi pakta integritas, tanpa harus mengikuti asesmen.

“Jadi, kami tidak memaksa yang 85 sekolah ini harus ikut kembali. Ini diserahkan kepada pihak sekolah dan masyarakat. Artinya bisa terjadi misalnya tahap pertama, dianggap berhasil, masyarakat percaya, tinggal buat pernyataan pakta integritas, diajukan ke Dinas Pendidikan. Jadi, tidak otomatis 85 sekolah ini melaksakan uji coba tahap II, supaya terpantau oleh kita,” pungkas Taga.

Sebagaimana diketahui, uji coba PTM tahap I DKI Jakarta dilakukan dari 7 April hingga 29 April 2021 di 85 sekolah. Dari 85 sekolah ini, terdapat 39 SD, sembilan SMP, enam SMA, 24 SMK, satu PKBM, dua MI, dua MTs, dan dua MA. Dari segi wilayah, tutur Taga, terbanyak terdapat di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, yakni masing-masing terdapat 25 sekolah. Kemudian disusul Jakarta Barat sebanyak 18 sekolah, Jakarta Pusat 10 sekolah, Jakarta Utara enam sekolah, dan satu sekolah di Kepulauan Seribu.

Related Articles

Back to top button