BIROKRASI

PPKD Jaksel Gelar Pelatihan Kerja untuk Difabel

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah didampingi sejumlah pejabat terkait berfoto bersama peserta Pelatihan Mobile Training Unit (MTU) Kejuruan Operator Komputer dan Teknik Komputer Angkatan IV PPKD Jakarta Selatan untuk Masyarakat Difabel (Disabilitas) di Sekolah Luar Biasa (SLB) – A Pembina Tingkat Nasional Lebak Bulus, Selasa, 13 Agustus 2019. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, khususnya Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Selatan menggelar Pelatihan Mobile Training Unit (MTU) Kejuruan Operator Komputer dan Teknik Komputer Angkatan IV PPKD Jakarta Selatan untuk Masyarakat Difabel (Disabilitas) di Sekolah Luar Biasa (SLB) – A Pembina Tingkat Nasional Lebak Bulus, Selasa, 13 Agustus 2019.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah didampingi sejumlah pejabat terkait.

Andri mengatakan pelatihan kerja khusus bagi penyandang disabilitas ini diberikan sebagai bentuk pemenuhan hak hak penyandang disabilitas, seperti tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perlindungan Penyandang Disabilitas.

Dalam beleid tersebut lanjut Andri disebutkan bahwa untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas perlu ada jaminan perlindungan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas yang merupakan tangung jawab Pemerintah Daerah (Pemprov) DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, khususnya Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Selatan.

Selain itu, beleid diatas juga diperkuat dengan Peraturan Gubernur Nomor 107 Tahun 2014 tentang Kesamaan Kerja bagi penyandang Disabilitas Bab II Pasal 4 yang berbunyi “Setiap tenaga kerja Penyandang Disabilitas mempunyai hak atas kesamaan dan kesempatan pelatihan kerja untuk membekali dan meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan individu”.

“Semoga langkah awal ini menjadi jembatan yang dapat mengantarkan rekan rekan penyandang disabilitas mencapai kemandirian dan kesejahteraannya. Jangan lupa tetap semangat menatap masa depan,” tandas Andri Yansyah. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close