MEGAPOLITAN

BPJS TK Rawamangun Gelar Sosialisasi dan Santunan di PIBC

Direktur Operasional PT Food Station Tjipinang Jaya Frans M Tambunan dan Direktur Keuangan Thomas Hadinata, Ketua Perpadi DKI Jakarta Nellys Sukidi, Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (Kopic) H Zulkifli, dan Pengurus Teras Koperasi Pekerja Bongkar Muat (KPBM) Pasar Induk Beras Cipinang, Kepala Pasar Induk Beras Cipinang Herry Awal Fajar, Ketua Koperasi Angkutan Barang Pasar dan Industri (KABAPIN) Soleh. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun menggelar acara sosialisasi di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Rabu, 4 September 2019.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Operasional PT Food Station Tjipinang Jaya Frans M Tambunan dan Direktur Keuangan Thomas Hadinata, Ketua Perpadi DKI Jakarta Nellys Sukidi, Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (Kopic) H Zulkifli, dan Pengurus Teras Koperasi Pekerja Bongkar Muat (KPBM) Pasar Induk Beras Cipinang, Kepala Pasar Induk Beras Cipinang Herry Awal Fajar, Ketua Koperasi Angkutan Barang Pasar dan Industri (KABAPIN) Soleh serta pekerja bongkar muat dan pemilik kios di PIBC.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun, Deny Yusyulian, mengatakan terselenggaranya acara ini adalah karena adanya kolaborasi antara Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun dengan PT Food Station Tjipinang Jaya yang didukung oleh Perpadi DKI Jakarta, Kopic, KPBM dan Kabapin.

“Tanpa dukungan pihak-pihak yang saya sebutkan tadi, acara ini tidak mungkin bisa terjadi. Karena itu saya sebagai Kepala Kantor Cabang BPJS-TK Rawamangun mengucapkan banyak terimakasih,” ujar Deny.

Deny menjelaskan acara ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan empat program perlindungan jaminan sosial yang dimiliki oleh BPJS Ketenagakerjaan berikut manfaatnya. Adapun keempat program jaminan sosial tersebut adalah Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun.

Deny menuturkan keempat program tersebut sangat bermanfaat untuk melindungi aktifitas semua unsur pelaku ekonomi di Pasar Induk Beras Cipinang mulai dari PT Food Station Tjipinang Jaya selaku pengelola PIBC, pedagang beras, pegawai kios, pekerja bongkar muat hingga pekerja angkutan.

“Empat hari lalu ada seorang ibu yang mendaftar saat kami menggelar acara sosialisasi di Lokbin dan membayar premi sebesar Rp70.000. Saat pulang ke rumah terkena kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit. Nah karena ibu tersebut telah mendaftar dan membayar premi, maka seketika itu juga biaya perawatannya kami tanggung yang hingga kini saya dengar sudah mencapai Rp 98 juta. Jadi inilah gabaran manfaat dari Jaminan Kecelakaan Kerja yang ada di BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Deny.

Lebih dari itu lanjut Deny, berbeda dengan jenis proteksi lainnya, BPJS Ketenagakerjaan unya jaringan rumah sakit yang luas. Jadi tidak ada penolakan dari rumah sakit. Apalagi kami juga tidak mengenakan batasan perawatan.

“Selama masih dirawat di rumah sakit, maka biayanya akan ditanggung sepenuhnya,” jelas Deny.

Program berikutnya adalah Jaminan Kematian. Ini berlaku saat pekerja mengalami kematian. Adapun penyebab kematiannya tidak kami batasi.

“Kami nggak membatasi meninggal karena apa. Bisa karena sakit, kecelakaan atau bahkan bunuh diri sekalipun,” cetus Deny.

Yang ketiga adalah adalah Jaminan Hari Tua yang bisa dimanfaatkan pada saat pekerja berhenti. Tabungannya aman dan pengembangan bunganya juga tinggi.

“Dengan menabung minimal Rp 70 ribu dalam sebulan, peserta akan mendapatkan manfaat kecelakaan kerja dan kematian. Dan yang penting uang akan kembali 100 persen pada saat yang bersangkutan menyatakan berhenti sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Deny.

Dan yang lebih menarik lagi setelah setahun mengikuti ketiga program tersebut, peserta bisa mengambil KPR yang sementara ini kami batasi plafonnya sebesar Rp500 juta. Namun bunga KPR nya jauh lebih rendah hanya 8,7 persen. Sementara bunga pada KPR normal pada umumnya bisa mencapai 11 persen.

Singkat cerita yang menjadi concern utama kami adalah bagaiamana bersama pelaku usaha melindungi semua unsur pelaku ekonomi yang ada di PIBC.

“Kami berharap keberadaan kami bisa jadi mitra bagi pengusaha dan pelindung bagi pekerja. Karena itu kami berharap dengan dukungan dari stakeholder yang ada di PIBC, dalam waktu dekat kami bisa meluncurkan PIBC sebagai Pasar yang Sadar Jaminan Sosial,” papar Deny.

Di sela acara sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun juga memberikan santunan jaminan kematian kepada dua orang ahli waris masing-masing senilai Rp24 juta. Pertama ahli waris Almarhum Suprani dan yang kedua Ahli waris almarhum Asep Sophian.

Ketua Perpadi Jakarta Nellys Sukidi menyambut baik pelaksanaan sosialisasi BJPS Ketenagakerjaan ini. Karena itu untuk kepentingan orang banyak, dirinya siap untuk membantu petugas BPJS Ketenagakerjaan untuk bertemu dengan para pemilik kios yang ada di PIBC.

“Yang namanya orang hidup pasti ada resikonya. Karena itu penting untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan agar resiko tersebut bisa diminimalisir,” ujarnya.

Direktur Operasional PT Food Station Tjipinang Jaya Frans M Tambunan mengatakan pihaknya berterimakasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan untuk kepentingan kita semua.

“Kalau dulu rata-rata yang memiliki proteksi adalah pekerja formal, kini pekerja di sektor informalpun bisa memperoleh poteksi yang sama,” ujar Frans.

Dikatakan Frans dengan ikut serta dalam program proteksi yang ada pada BPJS Ketenagakerjaan, maka kita sebagai pekerja menjadi lebih tenang, karena kalaupun ada hal yang terjadi kepada diri kita dengan santunan yang diperoleh maka anak dan isteri kita sudah terlindungi.

PT Food Station sendiri lanjut Frans sudah 100 persen mengikutsertakan pegawainya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Mudah-mudahan Koperasi Pekerja Bongkar Muat (KPBM), Kabapin, para pemiliki kios dan pegawainya juga bisa ikut dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita dorong supaya nggak ada penyesalan dibelakang hari dengan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. Dan PT Food Station siap mendukung 100 persen semua program BPJS Ketenagakerjaan karena itu penting untuk kebaikan pelaku usaha yang ada di PIBC,” tandas Frans. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close