BUMDMEGAPOLITAN

BPJSTK Rawamangun Santuni Ahli Waris 2 Supir KWK

Kepala BPJS TK Rawamangun bersama Dirut PT TransJakarta Agung Wicaksono serta Ketua Fraksi DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi dan Pengurus KWK memberikan santunan kematian kepada dua ahli waris pramudi KWK yang tergabung dalam program Jak Linko. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rawamangun Jakarta Timur memberikan santunan kepada dua supir Koperasi Wahana Kalpika (KWK) yang tergabung di Jak Lingko. Diketahui, kedua supir tersebut meninggal lantaran sakit.

Meski baru dua hingga dua bulan tergabung, namun kelanjutan iuran yang berjalan lancar membuat BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan santunan. Santunan diberikan kepada ahli waris karyawan KWK yang meninggal dunia yakni alm. Sartono, dengan ahli waris Dasih Wulanti dan alm. Firman Rakut Saban dengan ahli waris Anita Benben Wati.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Rawamangun Deny Yusyulian mengatakan, kedua alm. baru mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan jaminan kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di bulan Mei dan Februari. Keduanya meninggal dunia di bulan Juni karena sakit.

“Meski baru mendaftar 2 dan 5 bulan dengan iuran 20.000 per bulan, kepada kedua almarhum tetap mendapatkan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 24.000.000,” terang Deny, Jumat (6/9).

Deny menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan tidak menghitung berapa lama peserta ikut dalam program. Ia menuturkan, apabila peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja, maka peserta akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja senilai 48 kali gaji yang dilaporkan.

“Jadi meskipun pagi baru mendaftar, misalkan siang meninggal dunia, jaminan kematian tersebut tetap diberikan,” tegasnya.

Dikatakan Deny hingga kini tercatat ada 1.417 pramudi KWK yang tergabung di Jak Lingko yang sudah terlindungi. Pencapaian ini tentunya hasil kolaborasi dengan TransJakarta, KWK serta Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Deny mengakui selama ini pihaknya sudah main perlindungan kepada para pengemudi, tapi tidak pernah berhasil dalam artian kelanjutan iuran.

“Santunan bisa kami bayarkan apabila keberlanjutan iuran ada. Nah yang terjadi saat ini adalah kunci sukses kolaborasi antara Transjakarta, KWK, dan BPJS Ketenagakerjaan akhirnya kami bisa memberikan pelayanan jauh lebih baik kepada para pramudi,” ujarnya.

“Yang paling penting sekarang bagaimana kita bisa mendorong para pramudi lainnya yang diluar, mendorong supaya bisa masuk ke Jak Liingko,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono menambahkan, santunan yang diberikan itu pastinya akan sangat bermanfaat bagi ahli waris.

“Ini baru yang pertama kali, dan ini sangat membantu. Karena manfaat dari pembayaran iuran sudah sangat jelas terlihat,” ujarnya.

Ditambahkan Agung, setelah ini disampaikan kepada para operator bahwa di dalam kontrak sudah tercantum. Dan para pramuda wajib dan harus mengikuti dengan ikut serja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini bisa terjadi bukan karena semata-mata Transjakarta atau KWK tapi karena ada program Jak lingko,” urainya.

Ahli waris Dasih Wulanti (41), istri almarhum Sartono, yang tak henti-hentinya bersyukur atas apa yang didapat. Pasalnya, tewasnya sang suaminya akibat sakit yang dideritanya, membuat ia berjuang sendiri untuk menghidupkan ketiga anaknya.

“Alhamdulillah uang yang didapat untuk bikin warung, biar punya pegangan,” tutupnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close