BerandaNASIONALEKONOMIBPS Catat Inflasi Jakarta 0,51 Persen di Maret 2026, Transportasi dan Komunikasi...

BPS Catat Inflasi Jakarta 0,51 Persen di Maret 2026, Transportasi dan Komunikasi Justru Alami Deflasi

JAKARTA, jakrev.com – Tren kenaikan harga sejumlah komoditas pokok mulai menekan daya beli warga Ibu Kota. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta melaporkan bahwa pada Maret 2026, Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,51 persen secara bulanan (month-to-month).

Sementara itu, jika ditarik secara tahunan (year-on-year), angka inflasi Jakarta kini telah mencapai 3,37 persen.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto menjelaskan bahwa kenaikan harga daging ayam ras menjadi pemicu utama (vokalis) dari inflasi bulan ini dengan sumbangsih sebesar 0,08 persen.

Fenomena ini bukan hal baru, mengingat daging ayam ras tercatat konsisten menjadi penyumbang inflasi yang signifikan bagi Jakarta selama empat tahun terakhir.

Selain pangan, sektor energi dan mobilitas juga turut memanaskan mesin inflasi. Kenaikan harga bensin menyumbang 0,06 persen, disusul oleh tarif angkutan antarkota sebesar 0,04 persen. Komoditas pokok lain seperti beras dan cabai rawit juga terpantau naik dengan andil masing-masing 0,03 persen.

“Kelompok pakaian dan alas kaki juga tercatat mengalami kenaikan harga dengan sumbangsih inflasi 0,06 persen, disusul sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,05 persen,” ujar Kadarmanto melalui keterangannya, Rabu (1/4/2026).

Anomali di Sektor Transportasi dan Teknologi

Meski sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga, ada pemandangan berbeda pada sektor transportasi serta informasi dan komunikasi. Kedua kelompok ini justru mencatatkan deflasi sebesar 0,01 persen.

Menariknya, meskipun bensin secara umum mengalami kenaikan harga yang memicu inflasi di beberapa lini, fluktuasi pada sub-sektor transportasi tertentu justru memberikan andil deflasi. Sementara di sektor teknologi, penurunan harga perangkat telepon seluler menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi lebih tinggi di Jakarta.

Dengan capaian ini, pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat pengawasan rantai pasok, terutama pada komoditas daging ayam dan pangan, guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen hingga menjelang periode hari besar mendatang.

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

JANGAN LEWATKAN