MEGAPOLITAN

Dua Tower T-Plaza Mangkrak, Pengembang ‘Kena Getah’ Meski Sudah Menang Gugatan

Presdir PT Catur Bangun Mandiri Perkasa Ditetapkan Sebagai Tersangka

Jakarta – Meski PT Prima Kencana (PK) selaku pengembang T-Plaza sudah memenangkan gugatan kepada kontraktor PT Catur Bangun Mandiri Perkasa (CBMP), namun masih didera kerugian bertubi-tubi. Hal ini akibat belum selesainya pembangunan Tower A dan C T-Plaza yang terletak di kawasan Penjernihan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) membuat konsumen pembeli apartemen melayangkan gugatan.

Kuasa hukum  PT PK, DR (c) Laurensius Ataupah, SH, MH dari kantor Law Office Amor Iustitia yang beralamat di Menara BCA, Grand Indonesia, Jakpus menjelaskan, kronologi kasus sehingga kliennya mendapat kerugian bertumpuk. “Kami sudah membuat laporan tindak pidana direksi CBMP ke Polda Metro Jaya (PMJ). Kini, Presiden Direktur PT CBMP ISP (Indratno Suryadi Pribadi alias John Lie) telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 12 Mei 2020,” sebutnya dalam siaran pers yang dikirimkan kepada Jakarta Review, Jumat (22/5/2020).

Lelaki yang biasa disapa Laurens itu mengatakan, laporan tindak pidana kepada ISP dilayangkan kepada jajaran penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) PMJ dengan nomor B/8265/V/Res.I.II/2020/Ditreskrimum. “Dari surat nomor B/2096/V/Res/I.II/2020/Ditreskrimum tertanggal 12 Mei 2020 dinyatakan Saudara ISP telah ditetapkan sebagai tersangka. ,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Laurens mengatakan, ada dugaan penyalahgunan dana para konsumen pembeli apartemen Tower A dan C T-Plaza  yang digunakan secara pribadi oleh ISP sekitar Rp124 miliar. Hal ini berdasarkan hasil rekaman rangkuman hasil audit rekening BCA nomor 028-888-888-7 atas nama PT PK yang disalahgunakan ISP secara sepihak dan patut diduga menguntungkan secara pribadi.

Kuasa Hukum PT Prima Kencana, Laurensius Ataupah/foto: istimewa

“Kami mohon penyidik menelusuri aliran dana tersebut. Hal ini agar konsumen pembeli apartemen di Tower A dan C T-Plaza yang mangkrak seharusnya dibangun PT CBMP sehingga dapat mengetahui dengan jelas fakta dan bukti-bukti yang nyata,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, rekening atas nama PT PK tersebut sebagai biang keladi. Hal ini dibuat lantaran PT PK sebagai pihak yang mendapatkan atau memegang izin pemanfaatan lahan milik negara dalam bentuk bulit operating transfer (BOT) dari Kementerian Perkejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 18 Maret 2011 dan surat persetujuan Menteri Keuangan tertanggal 16 Agustus 2010.

“PT CBMP masuk sebagai main kontraktor mengambil alih dan membeli Tower A dan C di T-Plaza sedangkan klien kami  bisa menyelesaikan pembangun Tower B dan D pada tahun 2017 serta podiumnya sampai selesai. Karena BOT, pemanfaatan lahan atas nama PT PK, maka dibuat rekening BCA tersebut atas nama PT PK yang pengendalian sepenuhnya dipegang oleh PT CBMP yang sekarang sudah dipailitkan oleh kemenangan gugatan PKPU oleh PT Pioner Beton dengan nomor 98 di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” tambahnya.

Rekan Laurens, Christine Hearly S Hatirindah menerangkan, dalam perjalanannya, tanggung jawab pembangunan Tower B dan D serta seluruh podium  bisa diselesaikan PT PK sehingga tidak ada masalah. Namun, PT CBMP yang ingkar janji membangun, bahkan masih sangat jauh  penyelesaikan pembangunannya yang tercatat baru berjalan berkisar 14% saja.

Christine Hearly S Hatirindah/foto: dokummen pribadi

“Sekitar 160 konsumen menanyakan pembayaran atas pelunasan  pembelian Tower A dan C. Karena pihak PT CBMP atau ISP sudah menarik hampir seluruh  uang para konsumen pembelian tower A dan C dari rekening BCA tersebut sedangkan pembangunannya mangkrak membuat klien kami yang kena getah karena rekening tersebut memakai nama PT PK” tuturnya.

Saat ini, lanjut Christine, PT PK menderita beban kerugian yang besar atas gugatan konsumen melayangkan gugatan PKPU di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) yang menang sesuai putusan nomor 77/Pdt.Sus-PKPU/2020/PNNiaga.Jkt.Pst tertanggal 13 April 2020.

Dia menegaskan, sebelum gugatan PKPU tersebut PT PK sendiri sudah memenangkan gugatan perdata di PN Jakpus dengan nomor putusan 724/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Pst tertanggal 20 Januari 2020 dengan amar putusan agar PT CMBP membayar ganti rugi kepada PT PK.

“Banyaknya tuntutan para konsumen kepada PT  PK yang sebenarnya salah alamat Hal ini sangat merugikan nama baik perusahaan klien kami di mata masyarakat terutama sebagian besar para konsumen tower A dan C. Padahal semua ini ulah perusahaan PT CBMP. Dengan demikian banyak sekali kerugian materiil dan inmateriil. Kami tegaskan PT CMBP yang harus bertanggung jawab atas tindakannya yang ingkar janji, baik ke PT PK  maupun para konsumen yang telah dirugikan,” sergah Christine.

Tags
Close