MEGAPOLITAN

Gandeng Yayasan Kota Tua Jakarta, BI Gelar Peluncuran Buku “Pariwisata dan Narasi Kota Tua” 

Acara peluncuran buku serta talkshow “Pariwisata dan Narasi Kota Tua” di Gedung Mula, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Bank Indonesia (BI) bersama Yayasan Kota Tua Jakarta menggelar peluncuran buku serta talkshow “Pariwisata dan Narasi Kota Tua” di Gedung Mula, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.  Kegiatan  digelar juga secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

Plt Kepala Kantor Perwakilan Wilayah BI Jakarta, Arlyana Abubakar mengatakan, perkembangan ekonomi di Jakarta saat ini mengalami tren positif. Meski tidak sesuai target 4 persen, inflasi Jakarta sebesar 4,47 persen lebih rendah dari tingkat inflasi nasional dan seluruh kota di Pulau Jawa.

“Tingkat inflasi nasional 5,71 persen. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 5,30 persen, inflasi di Jakarta juga lebih rendah dari kota-kota lain di Pulau Jawa,” katanya, Selasa (22/11).

Dilanjutkan Arlyana, peningkatan ekonomi itu sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi. Karena itu, untuk mendorong akselatasi dibutuhkan dukungan berbagai sektor.

Salah satu sektor yang potensial mendorong akselatasi itu menurut Arlyana yakni pariwisata. Sektor pariwisata diterangkan Ariana akan berdampak langsung terhadap beberapa bidang usaha seperto makan-minum, logistik dan perdagangan.

“Aktivitas pariwisata salah satu sektor yang potensial dikembangkan karena multiplayer efect terhadap penyerapan tenaga Kerja dan perekonomian,” ujarnya.

Pengembangan pariwisata di DKI Jakarta, khususnya heritage Kota Tua juga dinilai sangat potensial. Dicontohkannya seperti tahun 2022 ini tercatat sebanyak 688.000 pengunjung menyambangi Kota Tua.

Peningkatan jumlah pengunjung hingga tiga kali lipat dari tahun sebelumnya itu menurut Arlyana sebagai imbas penataan Kota Tua yang terintegrasi dengan sistem tranportasi publik. Kemudian, Kota Tua juga dijadikan kawasan percontohan ramah lingkungan.

“Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan membangun pariwisata di DKI Jakarta. Buku ini semakin mengenalkan eksplorasi Kota tua,” tegasnya.

Deputy Direktur Peneliti Utama BI Institute, Donni Fajar Anugerah menjelaskan, pertumbuhan ekonomi terjadi bila tingkat konsumsi meninggi. Agar tingkat konsumsi meninggi harus diperkuat daya beli masyarakat.

“Pariwisata ini akan mendorong penyerapan tenaga kerja dan dapat mendorong daya beli sehingga tingkat konsumsi naik yang berdampak ekonomi tumbuh,” katanya.

Pria yang juga menjadi penyunting buku tersebut pun sudah melakukan penelitian dengan berbagai metode simulasi untuk mengukur potensi peningkatan ekonomi yang dicapai dari penguatan pariwisata Kota Tua. Karena itu, Ia berharap buku yang mengeksplorasi kawasan Kota Tua dan Kepulauan Seribu dalam bingkai narasi akan memperkuat branding Kota Tua.

“Dengan beautifikasi dan penataan transportasi yang dilakukan 5 tahun ini meningkat sekitar 0,2 persen. Tapi multieffect nya berdampak luas,” paparnya.

Ketua Yayasan Kota Tua Jakarta, Firman Haris menjelaskan, buku yang disusun sejak tahun 2021 lalu itu memuat sejumlah narasi sejarah seperti kisah cinta Mariam Valverde yang menanti kekasihnya kembali hingga meninggal di Pulau Onrust. Kemudian sejarah perbankan yang sangat erat dengan kawasan Kota Tua juga menjadi narasi yang diangkat dalam buku tersebut.

Ini merupakan buku kedua yang diterbitkan pihaknya. Pada tahun 2021 pihaknya menerbitkan buku “Identitas Kota Konstruksi Sosial Masyarakat lokal”.

“Dulu Stasiun Kota disebut kawasan perbankan. Narasi ini akan memperkuat daya tarik Kota Tua dan mudah-mudahan bisa diterima semua kalangan,” tandasnya.

Related Articles

Back to top button