MEGAPOLITAN

Harga Bawang Putih Melonjak di Pasar Induk Kramat Jati

Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun (tengah berkemaja putih) usai memberi penjelasan mengenai kelangkaan pasokan komoditas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Wabah virus corona di negeri China ternyata berimbas pada pasokan bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Pasalnya mayoritas pasokan bawang putih ke Indonesia berasal dari negeri panda tersebut.

“Biasanya pasokan bawang putih mencapai 30-40 ton per hari untuk kebutuhan Jakarta. Saat ini jumlahnya sudah jauh berkurang,” kata Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun.

Berkurangnya pasokan bawang putih dari China ke Pasar Induk Kramat Jati terjadi secara berkala sejak beberapa hari terakhir. Awalnya, kata pasokan yang sampai seberat 16 ton, namun hari ini tersisa empat ton.

“Bawang putih kita masih bergantung pada impor dari China. Isu di sana ada berkembang kendala corona, kemungkinan terjadi pembatasan impor dari China,” katanya.

Berkurangnya pasokan secara terus-menerus tersebut memicu lonjakan harga bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati melonjak rata-rata Rp7.000 per kilogram.

Harga normalnya berkisar Rp28.000 per kilogram, sekarang naik jadi Rp43.000 per kilogram.

“Pasokan tidak seperti biasanya, cenderung sedikit itu yang menyebabkan kenaikan harga,” ujarnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close