HUKUM

Berharap Proses Kepailitan Segera Dituntaskan, Mantan Pemilik Asuransi Bumi Asih Jaya Minta Tim Kurator Diganti

Kuasa Hukum Asuransi Bumi Asih Sofian Herianto Sianipar bersama pemilik sekaligus Komisaris PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Rudy Sinaga dalam konferensi pers, Rabu (31/8/2022). (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Sengkarut kasus pailit PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya (Asuransi Bumi Asih) masih berlanjut. Disebutkan progres pembayaran klaim oleh pihak kurator tak berjalan mulus. Asuransi Bumi Asih sendiri telah berstatus pailit sejak 7 tahun lalu.

“Kami berharap proses kepailitan perusahaan asuransi ini segera selesai, karena saat ini ada sekitar 70.000 sampai 80.000 pemegang polis kami di seluruh Indonesia yang pembayaran klaimnya masih menggantung, karena kami pun tidak pernah diajak berkomunikasi oleh tim kurator,” klaim Komisaris Utama sekaligus Pemilik Asuransi Bumi Asih Rudy Sinaga dalam konferensi pers, Rabu (31/8/2022).

Sebagai informasi tim kurator bertugas melakukan pengurusan dan pemberesan harta pailit. Berisi para profesional bidang hukum, yang dalam menjalankan kewenangannya diawasi oleh Hakim Pengawas dan diangkat Pengadilan Niaga.

Kuasa Hukum Asuransi Bumi Asih Sofian Herianto Sianipar mengungkap pihaknya menilai tim kurator saat ini boleh dibilang tidak melakukan upaya apa pun terkait pemberesan kepailitan Asuransi Bumi Asih. Oleh sebab itu, pihaknya tengah mengajukan permohonan penggantian kurator sesuai ketentuan Pasal 71 huruf (d) UU No. 31/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

“Penanganan kepailitan kami tidak ada progresnya sama sekali, padahal sudah tujuh tahun lamanya. Soal update pembayaran kepada para pemegang polis pun tidak jelas. Jadi permohonan ini bukan hanya untuk keuntungan kami, melainkan juga demi para pemegang polis,” tambahnya.

Sementara, Pemilik sekaligus Komisaris PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Rudy Sinaga berharap ada kerja sama antara tim kurator dengan debitor yang dalam hal ini adalah Asuransi Bumi Asih Jaya agar proses kepailitan segera selesai. Selain itu, diharapkan ada pula sinkronisasi data antara tim kurator dan perusahaan.

Dari sisi nasabah, sampai saat ini portofolio nasabah yang dimiliki oleh Asuransi Bumi Asih Jaya sendiri masih ada sekitar 70.000 sampai 80.000 nasabah.

“Sebagian pemegang polis minta kami untuk jalan terus sebagai perusahaan asuransi karena mereka merasakan manfaatnya dan ingin melanjutkan pertanggungannya,” jelas dia.

Rony membeberkan saat ini risk based capital (RBC) perusahaannya yang tadinya negatif sekarang sudah plus menjadi sebesar 300 persen, atau lebih tinggi dari ambang batas yang ditetapkan OJK sebesar 120 persen.

Sebagai informasi, sengkarut di antara Asuransi Bumi Asih dengan tim kurator bukan hanya terjadi kali ini saja. Pada 2018, tiga kurator awal yang menangani pailit Asuransi Bumi Asih terbukti bermasalah. Terkini, atas permasalahan para kurator bermasalah tersebut, telah ditunjuk lima kurator baru, namun dianggap pihak Asuransi Bumi Asih tidak melakukan progres pemberesan kepailitan secara semestinya. Adapun, bagi pihak perusahaan, Direktur Asuransi Bumi Asih Golden Nainggolan menjelaskan bahwa progres yang tak semestinya ini telah merugikan perusahaan seiring penurunan nilai aset.

Back to top button