HUKUM

Hari ini Polda Metro Jaya Siapkan 15.000 Personil Amankan Demo Penolakan UMP

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono saat memberikan penjelasan kepada beberapa awak media. (istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Hari ini, bertepatan dengan Hari Pahlawan, Jumat 10 Nobember 2017, 15.000 personil gabungan kepolisian direncanakan akan mengamankan aksi unjuk rasa buruh yang menuntut penolakan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

“Kita sudah ada lebih dari 15.000 aparat baik dari Polda Metro Jaya maupun Mabes Polri untuk kesiapan demo buruh,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (9/11)

Argo menyatakan pihak kepolisian juga telah menyiapkan rencana dan strategi pengamanan aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat itu.

Selain mengamankan aksi, petugas kepolisian membuat perencanaan pengalihan arus lalu lintas untuk pengendara yang melintasi kawasan Istana.

Argo menuturkan buruh yang menyampaikan aspirasi dan pendapat di muka umum itu akan berasal dari wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Namun Argo mengimbau para pengunjuk rasa menjaga ketertiban umum dan tidak membawa barang berbahaya dan melakukan tindakan anarkis.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan buruh yang akan berunjuk rasa mencapai 20.000 orang. Demo yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional itu akan menyasar Istana dan Balaikota Gubernur DKI Jakarta.

Aksi ribuan buruh yang juga datang dari luar Jakarta ini mendesak Gubernur DKI Jakarta mencabut penetapan UMR DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Termasuk penurunkan harga kebutuhan pokok.

“Kami menuntut revisi penetapan UMP serta menurunkan harga sembako dan tarif listrik,” ucap Said. (win)

Tags

Artikel Terkait

Baca Juga

Close
Close