MEGAPOLITAN

Inflasi DKI Jakarta Juli 2022 Meningkat, Namun Masih Terkendali 

Warga sedang berbelanja pangan murah yang diselenggarakan oleh salah stu BUMD Pangan DKI Jakarta. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) DKI Jakarta pada Juli 2022 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,57% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,32% (mtm).

Meningkatnya inflasi pada bulan Juli terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; serta kelompok transportasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko mengatakan secara tahunan, inflasi IHK DKI Jakarta pada Juli 2022 tercatat sebesar 3,50% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional (4,94%, yoy). Sementara itu, secara akumulasi Januari-Juli 2022, inflasi tahun kalender di DKI Jakarta mencapai 2,52% (ytd), juga lebih rendah dibandingkan nasional (3,85%, ytd) serta terendah dibandingkan Provinsi lainnya di Jawa.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 1,05% (mtm) sehingga memberikan andil sebesar 0,24% terhadap inflasi IHK. Inflasi pada kelompok tersebut terutama bersumber dari komoditas cabai merah (0,09%), daging ayam ras (0,04%), bawang merah (0,03%), dan cabai rawit (0,02%) seiring dengan penurunan pasokan akibat gagal panen di daerah sentra karena tingginya curah hujan.

Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,56% (mtm) dengan andil sebesar 0,12% terhadap inflasi IHK. Inflasi pada kelompok tersebut terutama bersumber dari komoditas bahan bakar rumah tangga (0,06%) sejalan dengan meningkatnya harga LPG non subsidi. Adapun kelompok transportasi juga mengalami inflasi sebesar 0,83% (mtm) sehingga memberikan andil sebesar 0,09% terhadap inflasi IHK. Inflasi pada kelompok tersebut terutama bersumber dari komoditas angkutan udara (0,05%) sejalan dengan kenaikan harga avtur.

Menurutnya, laju inflasi DKI Jakarta pada bulan Juli 2022 yang terkendali tidak terlepas dari hasil koordinasi dan langkah-langkah yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta.

Selama Juli 2022, TPID Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan antara lain: 1) Program Pangan Bersubsidi, Pasar murah dan Operasi Pasar di berbagai wilayah di Jakarta untuk beberapa bahan pangan pokok; 2) Penguatan kerja sama antardaerah (KAD) antara lain untuk komoditas beras dan daging sapi; 3) Optimalisasi penggunaan kanal online oleh BUMD Pangan untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau; 4) Peningkatan kolaborasi baik secara G2G dan B2B terutama untuk menajemen stok pangan; serta 5) High Level Meeting dan Capacity Building TPID pada 21 Juli 2022 untuk merumuskan kebijakan pengendalian inflasi di tengah ancaman risiko krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan global.

Ke depan, koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat melalui TPIP dan forum-forum strategis lainnya akan terus diperkuat dalam upaya mendukung pengendalian inflasi DKI Jakarta dan tercapainya sasaran inflasi nasional sebesar 3,0 ± 1%.

Related Articles

Back to top button