MEGAPOLITAN

Jakarta Ketatkan Lagi PSBB,  BPJAMSOSTEK Optimalkan LAPAK ASIK

Layanan klaim di salah satu kantor BPJamsostek di saat Pandemi Covid-19. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Tingginya jumlah kasus positif Covid-19 dalam sebulan terakhir ini, tak pelak membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperketat aturan dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Seiring dengan kondisi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyatakan dukungannya dengan memberikan pelayanan disertai protokol kesehatan yang lebih ketat serta mengoptimalkan Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK) yang telah diperkenalkan sejak bulan Maret lalu.

“Kami pastikan bahwa BPJAMSOSTEK tetap beroperasi dan memberikan layanan kepada peserta, tentunya dengan protokol kesehatan yang lebih ketat. Kami juga kembali menghimbau kepada peserta untuk melakukan klaim dari rumah mengunakan prosedur LAPAK ASIK online karena lebih mudah dan dapat dilakukan di rumah tanpa harus datang secara langsung ke kantor cabang sehingga terhindar dari risiko terpapar Covid-19,” ujar Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Krishna Syarif.

Sedangkan bagi tenaga kerja yang mengalami PHK massal atau ingin mengajukan klaim secara berkelompok dapat dikoordinasikan oleh HRD perusahaan untuk memanfaatkan fasilitas layanan klaim JHT secara kolektif. Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya. Dengan demikian tenaga kerja tidak perlu datang ke kantor cabang dan menyerahkan seluruh dokumen pendukung klaim JHT kepada HRD untuk diproses lebih lanjut.

Krishna menambahkan bahwa hingga 31 Agustus 2020, jumlah pengajuan klaim JHT telah mencapai angka 1,69 juta kasus dengan nominal mencapai 21,1 triliun. Sedangkan dari ketiga kanal LAPAK ASIK yang disediakan, kanal online menjadi sarana yang paling banyak digunakan oleh peserta yaitu sebesar 83% dari total pengajuan yang dilakukan, selain itu 17% sisanya mengunakan kanal offline dan kolektif.

Bagi peserta yang akan melakukan klaim JHT dapat mengikuti LAPAK ASIK online dengan cara sebagai berikut:

  1. Registrasi melalui Aplikasi BPJSTKU atau situsbpjsketenagakerjaan.go.id
  2. Pilih tanggal, waktu pengajuan, dan kantor cabang yang masih tersedia.
  3. Scan atau pindai semua dokumen yang dipersyaratkan, termasuk formulir klaim JHT yang sudah terisi lengkap, lalu kirimkan dokumen tersebut melalui email kantor cabang tujuan yang dipilih.
  4. Kirimkan dokumen yang sudah dipindai melalui link yang diterima pada email yang telah di daftarkan paling lambat H-1 sebelum tanggal pengajuan.
  5. Pastikan email dan nomor HP yang didaftarkan terhubungan dengan whatsapp, dan selalu aktif selama proses pengajuan klaim, karena informasi dan konfirmasi akan dilakukan oleh petugas BPJAMSOSTEK melalui panggilan video (video call).
  6. Siapkan seluruh dokumen asli yang harus ditunjukkan saat dihubungi melalui panggilan video.
  7. Jika dokumen dinyatakan lengkap, akan diproses lebih lanjut dan klaim JHT akan ditransfer langsung ke rekening bank milik peserta.

Agar proses pengajuan klaim JHT berjalan dengan lancar peserta juga harus memastikan kelengkapan dokumen yang disyaratkan, tenggat waktu pengiriman dokumen, jadwal interview atau wawancara dengan petugas serta memastikan keberadaan dokumen asli untuk proses verifikasi. Selain itu peserta juga dapat memanfaatkan fasilitas tracking klaim melalui kanal resmi di www.bpjsketenagakerjaan.go.id/tracking untuk mengetahui perkembangan proses klaim yang sedang mereka ajukan.

“Prosedur Lapak Asik ini sudah sangat mudah dengan tetap mengedepankan keamanan data dan dana peserta. Oleh karena itu kami mengimbau agar peserta tidak menggunakan jasa calo karena seluruh klaim JHT ini tidak dipungut biaya dan saya mengimbau mari kita bersama disiplin mematuhi protokol kesehatan, agar pandemi ini bisa segera berlalu,” tutup Krishna.

Menyinggung tingginya angka korban virus Corona di DKI Jakarta dan pemberlakuan kembali PSBB oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah DKI Jakarta, Cotta Sembiring telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kantor Cabang di wilayahnya agar memaksimalkan kembali pelayanan online (melalui layanan lapak asik) dalam melayani proses klaim JHT maupun proses klaim lainnya, terang Cotta.

Cotta juga selalu mengingatkan kepada seluruh petugas yang melayani klaim peserta di Kantor Cabang agar selalu meningkatkan kewaspadaannya dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat agar dapat terhindar dari penularan virus Corona, dan yang terpenting lagi jangan lupa berdoa sebelum melaksanakan tugas.

Cotta menambahkan hingga saat ini per tanggal 14 September 2020, jajaran Kantor Wilayah DKI Jakarta telah membayarkan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp.5,3 triliun dengan jumlah kasus sebanyak 235.509. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close