HUKUMMEGAPOLITAN

Kadis Damkar PB DKI: Keberadaan Fire Safety Manager Adalah Sebuah Keharusan

Kadis Damkar DKI Subejo saat membuka acara sosialisasi tentang pentingnya keberadaan Fire Safety Manager yang diselanggarakan oleh PT Tecs Global Sinergi di Jakarta. (Sigit Artpro)
Kadis Damkar DKI Subejo saat membuka acara sosialisasi tentang pentingnya keberadaan Fire Safety Manager yang diselanggarakan oleh PT Tecs Global Sinergi di Jakarta. (Sigit Artpro)

Jakarta Review – Saat ini mayoritas gedung bertingkat yang ada di Jakarta belum memiliki Fire Safety Manager. Kondisi ini cukup memprihatinkan, karena keselamatan penghuni gedung menjadi tidak terjamin.

“Pengelola gedung yang memiliki penghuni minimal 500 orang harus dan wajib merekrut fire safety manager,” ujar Subejo, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, saat ditemui di kegiatan pemaparan Pengembangan Sistem Kebakaran dan Perlengkapan Kebutuhan Kebakaran di Indonesianyang digelar Tecs Global Sinergi Indonesia di Hotel Grand Mercure Kemayoran (1/1/2016).

Menurutnya, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI No. 143 tahun 2016 tentang Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Lingkungan. Dengan keluarnya peraturan tersebut, maka kini setiap gedung bertingkat yang memiliki penghuni minimal 500 orang wajib merekrut Fire Safety Manager.

“Karena sudah ada regulasinya, kami akan terus melakukan audit terhadap gedung-gedung itu, kendati sumber daya manusia (SDM) masih kurang,” ujarnya.

Fire safety manager, lanjutnya, merupakan orang-orang yang telah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh Lembaga Diklat Profesi (LDP). Mereka akan menerima sertifikat sebagai fire safety manager setelah lulus ujian yang digelar LDP. Sertifikat akan dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Selanjutnya sertifikat tersebut didaftarkan ke Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI. Saat ini, di Jakarta, baru ada empat LDP yang menyelenggarakan pendidikan dan latihan (diklat) untuk fire safety manager. Salah satunya, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI.

“Kita berharap banyak lembaga yang bergerak di bidang kebakaran dan penyelamatan bisa menjadi LDP. Sehingga akan ada banyak manajer atau pengelola gedung yang bisa dilatih menjadi fire safety manager. Ini termasuk PT TECS kalau mau juga bisa menjadi LDP,” katanya.

Fire safety manager yang sudah memiliki sertifkat terdaftar di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI nantinya bisa melakukan audit gedung sendiri terkait penyediaan fasilitas penanggulangan kebakaran. Hasil audit gedung tersebut kemudian dilaporkan secara berkala kepada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI.

“SDM kita kan terbatas. Enggak sebanding dengan jumlah gedung bertingkat yang ratusan di Jakarta. Karena itu, harus ada fire safety manager di setiap gedung. Karena mereka harus mengaudit bangunannya sendiri. Lalu hasil auditnya akan dilaporkan ke kami,” tuturnya. (win)

Related Articles

Back to top button