KEBON SIRIH

NasDem DKI Ingatkan Pemprov Tidak Ragu Tutup Kembali Mal Bila Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino saat menemani Wagub Riza Patria dalam kunjungan di Mal Kota Kasablanka, 13/6. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Keamanan para pengunjung dari ancaman virus Corona (Covid-19) mutlak diperhatikan saat pembukaan kembali mal di Jakarta. Penerapan protokol kesehatan ala new normal, seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan separuh kapasitas harus disiplin dijalankan.

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mengingatkan, jangan sampai pembukaan mal di Jakarta justru menambah jumlah kasus Covid-19 di ibu kota. Dia mencontohkan, pembukaan kembali pasar tradisional yang menjelma menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 harus menjadi pelajaran.

“Harus diantisipasi lonjakan pengujung mal. Ada semacam euforia warga ibu kota untuk mengunjungi mal yang ditutup sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan di Jakarta,” ujar Wibi, di Jakarta, Senin (16/6).

Wibi mengatakan, harus ada kesadaran dari masyarakat bahwa Covid-19 masih ada dan bisa menyerang siapa saja. Menurutnya, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan tidak bisa ditawar lagi. Bila perlu, aparat keamanan hendaknya ikut mengawasi semua mal.

“Konsistensi penerapan protokol kesehatan itu tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah membuat regulasi dan harus memastikan regulasi itu berjalan tegak lurus. Jangan dibuat untuk dilanggar,” jelasnya.

Legislator NasDem ini meminta kepada pihak pengelola mal untuk memastikan seluruh regulasi itu dijalankan. Dia juga mendorong Pemprov DKI menindak tegas jika masih ada mal yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Jangan ragu-ragu untuk menutup kembali. Pemprov tidak boleh tunduk kepada pengusaha mal nakal,”

Wibi juga meminta fasilitas dan tenaga kesehatan turut diperhatikan dalam menghadapi masa PSBB Transisi di ibu kota. Hal tersebut untuk memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan jika ada peningkatan kasus positif di Jakarta.

Kita harus pahami bahwa pembukaan mal di Jakarta bukan karena Covid-19 sudah bisa diatasi. Bagaimanapun juga arus lalu lintas dan masyarakat sulit dikendalikan,” pungkasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close