MEGAPOLITAN

Kendalikan Inflasi, BI DKI Jakarta Inisiasi 7 Program Unggulan  Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Standby Buyer (Pembeli Siaga) Komoditas Beras dengan Mitra di beberapa wilayah yang diantaranya PT Mitra Desa Bersama Tempuran Karawang, Jawa Barat dan Koperasi Produsen Rumpun Padi Berkah Cirebon, Jawa Barat di sela-sela kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DKI Jakarta di Kantor BI Perwakilan DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (20/9). (Dok: Istimewa) 

Jakarta Review, Jakarta – Kepala Kantor Wilayah BI Jakarta Onny Wijanarko mengatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta telah melakukan 7 program unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Ketujuh program tersebut antara lain: Optimalisasi Anggaran untuk Program Pangan Bersubsidi, Operasi Pasar dan KPSH serta untuk menjaga Daya Beli, Perluasan Kerjasama Antar Daerah, Optimalisasi Fasilitasi Distribusi Pangan Strategis, Penguatan Infrastruktur Teknologi Informasi, Digitalisasi Data, dan Informasi Pangan, Penguatan Ketahanan Komoditas Hortikultura dan Penguatan Pasokan Pangan Strategis Lainnya, Peningkatan Pemanfaatan Alsintan dan Saprotan dan Penguatan Koordinasi dan Komunikasi.

Hal tersebut dikatakan Onny saat memberikan sambutan di acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DKI Jakarta di Kantor BI Perwakilan DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (20/9).

Dengan melakukan ketujuh program yang berkolaborasi dengan berbagai pihak tersebut lanjutnya, BI Jakarta yakin Inflasi DKI Jakarta dapat terjaga.

Penanganan inflasi pun tidak bisa dilakukan oleh hanya satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi berbagai elemen dan stakeholder terkait.

“Dengan kerjasama dan sinergi yang telah terjalin dengan baik ini, kami yakin harapan kita untuk senantiasa menjaga Inflasi DKI Jakarta dapat tercapai” ujar Onny.

Menurutnya, potensi inflasi DKI Jakarta pada 2022 akan berada di atas sasaran, di atas 4 persen. Penyebab inflasi tersebut, kata Onny, dipicu oleh pangan, kenaikan BBM, kenaikan transportasi online dan udara.

“Kami memprediksi inflasi DKI Jakarta kira 5,15 persen, karena itu pengendalian inflasi pangan menjadi kunci,” jelas Onny yang mengatakan hal ini dibentuknya GNPIP.

Hal senada diungkap Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Sri Haryati. Sri bilang, saat ini perekonomian DKI Jakarta masih dalam tantangan berat. Tantangan itu dari nasional dan global. Dia sepakat untuk mengatasi tantangan tersebut diperlukan kolaborasi.

Sri menuturkan, jika saat ini BUMD Pemprov DKI Jakarta juga tidak hanya menyewakan kios. BUMD, terutama yang terkait pangan, juga ditekankan untuk turut serta menyediakan market. Sehingga suplai, keterjangkauan dan harga pangan dapat dikendalikan.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menggelontorkan berbagai Bantuan Sosial (Bansos). Seperti, subsidi pangan, Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dan sebagainya.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga menggalakkan urban farming. Pertanian di tengah kota ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan.

“Kita telah memberikan 77 ribu bibit cabai kepada 10 kelompok tani di wilayah DKI Jakarta,” ujarnya.

Kerjasama Food Station Dengan Gapoktan

Di sela kegitan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), PT Food Station Tjipinang Jaya sebagai BUMD Pangan DKI Jakarta menggelar Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Standby Buyer (Pembeli Siaga) Komoditas Beras dengan Mitra di beberapa wilayah yang diantaranya PT Mitra Desa Bersama Tempuran Karawang, Jawa Barat dan Koperasi Produsen Rumpun Padi Berkah Cirebon, Jawa Barat.

Acara penandatangan kerjasama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo dengan perwakilan dari kedua mitra tersebut.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama disaksikan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan DKI Jakarta Sri Haryati, Kepala Bank Indonesia DKI Jakarta Onny Wijanarko, Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, Plt Kepala BP BUMD DKI Jakarta Fitria Rahadiani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Suharini Eliawati, Direktur Operasional dan Bisnis Andre Maulana, serta Direktur Keuangan dan Umum Budi Santoso.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengatakan dalam kerjasama tersebut, Food Station berperan sebagai Standby Buyer (Pembeli Siaga) Komoditas Beras dengan Mitra di beberapa wilayah yang diantaranya PT Mitra Desa Bersama Tempuran Karawang, Jawa Barat dan Koperasi Produsen Rumpun Padi Berkah Cirebon, Jawa Barat.

“Kerjasama ini, sebagai langkah mendukung Ketahanan Pangan DKI Jakarta dan Aktivasi dari Pengendalian Inflasi DKI Jakarta. Melalui kerjasama ini juga kami berperan sebagai Standby Buyer (Pembeli Siaga)” ujar Pamrihadi.

Dengan adanya Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan ini, lanjut Pamrihadi, Food Station akan terus bekerjasama dengan stakeholder, mitra-mitra petani/gapoktan/koperasi, Pemerintah Pusat dan Daerah untuk memastikan ketersediaan pasokan sehingga mampu menjaga ketahanan pangan, memberikan keterjangkauan harga, dan membantu pengendalian Inflasi Daerah.

Selain itu Food Station akan terus melakukan perluasan kerjasama, peningkatan sinergi antar Daerah dan terus berinovasi dalam Menjaga Kehatan Pangan di DKI Jakarta.

Related Articles

Back to top button