MEGAPOLITAN

Ketua Majelis Adat Bamus Betawi: Terpilihnya Marullah Matali Sebagai Sekda Sangat Tepat dan Sesuai Harapan

Ketua Majelis Adat Betawi HM Nuri Tahir saat memberikan buku berjudul Dedengkot Betawi saat bertemu Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali yang baru saja diangkat sebagai Sekda DKI, 29/9 lalu. (dok: Istimewa) 

Jakarta Review, Jakarta – Ketua Majelis Adat Betawi HM Nuri Tahir mengucapkan selamat kepada Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, Lc., M.Ag Marullah Matali yang baru saja terpilih menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta menggantikan Almarhum DR. H. Saefullah, M.Pd.

“Sebagai Ketua Majelis Adat Betawi, saya merasa bangga dan senang karena yang terpilih untuk menggantikan Almarhum Saefullah sebagai Sekda DKI adalah sosok putra Betawi juga yakni Marullah Matali. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa orang Betawi mempunyai kemampuan untuk berkiprah di pemerintahan sehingga eksistensi Betawi sebagai masyaraat inti kota Jakarta tetap terjaga,” ujarnya.

Ketua Majelis Adat Betawi ini mengatakan terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI adalah hal yang tepat. Pasalnya Putra Betawi kelahiran Pondok Labu ini telah mendedikasikan hidupnya di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 1996.

Selain itu Alumnus University Islam Madinah Arab Saudi dan Institut Agama Islam Negeri Jakarta (kini Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) juga dikenal sebagai sosok yang alim.

“Terpilihnya Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali telah sesuai dengan harapannya sebagai sesepuh Masyarakat Betawi bahwa  ke-depan Betawi bisa semakin maju dan akan banyak bermunculan tokoh-tokoh muda Betawi yang dapat memegang peran di daerahnya,” ungkapnya.

Ia berharap terpilihnya Marullah Matali menjadi Sekda Pemprov DKI Jakarta bisa menjadi inspirasi dan mendorong generasi muda Betawi untuk siap berkiprah di pemerintahan tingkat provinsi, bahkan tingkat pusat.

“Semoga dengan makin banyaknya tokoh-tokoh muda Betawi yang terlibat di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendorong percepatan implementasi Perda No. 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi,” tandasnya.

Related Articles

Back to top button