MEGAPOLITAN

Kunjungi Jakgrosir, Sandiaga Pantau Stabilitas Harga dan Pasokan Bahan Pokok

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno hari ini, Kamis 11 Januari 2018 berkunjung ke Jakgrosir Kramat Jati. Tampak dalam foto, Sandi ditemani oleh Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Paresetyo Adi, Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin dan Kepala Dinas Kelautan, Pertanian  Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta Darjamuni. Kunjungan dilakukan untuk  memantau stabilitas harga dan pasokan pangan serta mengecek pelayanan Jakgrosir dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi warga pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). (Dok Humas PD Pasar Jaya)

Jakarta Review, Jakarta – Setelah kemarin mengunjungi Pasar Santa di Jakarta Selatan, kini Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno melakukan operasi pasar di Jakgrosir, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (11/1).

Kedatangannya di Jakgrosir yang baru diresmikan pada 8 September 2017 oleh mantan Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat ini, untuk memantau stabilitas harga dan pasokan pangan serta mengecek pelayanan Jakgrosir dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi warga pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Bersama Sandi tampak Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi, Direktur Pengembangan Usaha PD Pasar Jaya Anugerah Esa , Kepala Dinas Kelautan, Pertanian  Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta Darjamuni dan Kepala Satuan Pengawas Internal PD Pasar Jaya Muhammad Nurhavidz. Sandi berkeliling sambil meninjau langsung beberapa bahan pokok seperti beras, daging ayam, dan daging sapi di area seluas 3.800 meter persegi tersebut.

“Kami datang di sini untuk melihat secara langsung bagaimana layanan yang diberikan JakGrosir kepada para pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan juga memastikan stok cukup, daging tadi cukup. Daging ayam, daging sapi cukup. Beras juga cukup,” kata Sandiaga.

Berdasarkan hasil pantauannya, Sandi menilai tidak ada kenaikan harga bahan pokok di Jakgrosir yang selama ini khusus melayani pegawai Pemprov DKI, karyawan PD Pasar Jaya, dan warga penerima KJP ini.

Tidak hanya itu, pasokan beras, daging ayam, daging sapi dan telur cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan warga Jakarta.

“Beras cukup ya. Jadi untuk masyarakat kelas menengah ke bawah pemegang KJP, kami pastikan stok pangan cukup. Dan harga tetap sesuai dengan harga yang kita sebut sebagai administer price. Jadi harga yang memang kami kelola. Tidak ada kenaikan,” tuturnya.

Selanjutnya untuk menjaga harga pangan tetap stabil di Jakarta, lanjut Sandi Pemprov DKI akan terus melakukan kunjungan ke pasar-pasar. Ia berharap operasi pasar yang digelar dalam dua hari terakhir ini menjawab kekhawatiran masyarakat dalam memperoleh harga bahan pokok yang terjangkau. Selain komoditas beras, harga telur ayam yang relatif turun dan harga daging yang cenderung stagnan.

“Insya Allah akan terus kita jaga, tapi harus all out. Tiap pagi harus datang, lihat dan kirim pesan yang jelas kepada pasar. Suplai distribusi lancar dan harga terjangkau. Itu memang tugas Pemprov DKI, harus hadir dalam menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan jalur distribusi yang lancar. Melalui Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI), para pedagang sudah berkomitmen tidak ada yang menajan bahan pangan, terutama beras. Karena harganya sudah meningkat tajam mencapai Rp 13.000 per kilogram.

“Kemarin saat pelantikan APPSI, pengurusnya sudah berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah memastikan tidak ada penjual atau pedagang yang menahan barang terutama beras. Karena sekarang harganya sudah mencekik buat warga masyarakat di angka yang mendekati 13.000 rupiah,” ungkapnya. (win)

Related Articles

Back to top button