HUKUMMEGAPOLITAN

Lulung : Saya Ingin Diskusi Dengan Ahok, Kenapa Kami Dibilang Bodoh

foto : islamtoleran.com
foto : islamtoleran.com

Jakarta Review – Terkait dengan usulan pemanggilan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana yakni hanya untuk menanyakan mengenai mekanisme pemberantasan korupsi yang ada di Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Lulung (sapaan akrab Lunggana) dirinya tidak memiliki niat buruk terkait usulan pemanggilan tersebut. Namun Lulung merasa kesal dengan sikap Ahok yang justru berpikiran buruk terhadap niatnya itu.

“Saya ingin diskusi dengan Ahok bagaimana pencegahannya. Saya ingin tanya sama dia. Itu kewajiban kami. Tapi kenapa kami dibilang bodoh?” ujar dia di Gedung DPRD DKI, Senin (3/8/2015).

Menurut Lulung, cara terbaik dalam menjalankan pemberantasan korupsi adalah dimulai dari pencegahan. Ia menyebut hal tersebut mengikuti mekanisme yang ada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Besok kalau ada korupsi lagi kan bahaya. Jangan lihat persoalan ini jadi persoalan sentimen. Kita sepakat tidak ada lagi persoalan politis,” paparnya.

Lulung kemudian menyontohkan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan uninterruptible power supply (UPS) dan printer. Ia menyebut pengadaan kedua alat tersebut sepenuhnya berada dalam tanggung jawab instansi terkait yang ada di Pemprov DKI.

Lulung menyebut, temuan dugaan tindak pidana korupsi di Pemprov DKI Jakarta selama kepemimpinan Ahok sudah terjadi berulang kali. Oleh karena itu, ia mengaku ingin menanyakan langkah pencegahan yang sejauh ini sudah dilakukan oleh Ahok. (Tika)

Tags

Artikel Terkait

Close