JAKARTA, jakrev.com – Suasana hangat menyelimuti Pendopo Balai Kota DKI Jakarta pada Sabtu (21/3/2026). Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat hadir di tengah kemeriahan open house Idulfitri yang digelar oleh pasangan pemimpin Jakarta saat ini, Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
Kehadiran Djarot bersama sang istri, Happy Djarot, bukan sekadar silaturahmi biasa. Momen ini menjadi ajang nostalgia bagi pria yang pernah menakhodai Jakarta selama 2,5 tahun tersebut. Djarot mengaku terkesan dengan terobosan baru berupa tradisi lebaran di Balai Kota yang kini terbuka bagi publik.
“Baru kali ini lebaran open house di Balai Kota. Sebelumnya kan biasanya di rumah dinas. Ini inisiatif yang bagus sekali,” ujar Djarot saat berbincang dengan awak media.
Sentuhan Budaya Betawi yang Kental
Satu hal yang mencuri perhatian Djarot adalah transformasi interior Pendopo Balai Kota. Dia memuji sentuhan etnik Betawi yang kini mendominasi ruangan lewat kurasi lukisan dan ornamen budaya yang apik. Menurutnya, atmosfer ini memperkuat jati diri Jakarta sebagai pusat kebudayaan Betawi.
Namun, kejutan sesungguhnya dirasakan Djarot saat dia melangkahkan kaki masuk ke ruang kerja Gubernur. Dia mengaku sempat dibuat “pangling” dengan tata ruang yang kini jauh berbeda dari masa tugasnya dulu.
“Dulu ruang kerjanya loss (luas) banget. Sekarang sekatnya berubah, mungkin sejak zaman Pak Sandi (Sandiaga Uno) ya, jadi terasa lebih kecil-kecil ruangannya,” tuturnya sambil mengenang.
Meski ukurannya berubah, Djarot menilai kondisi ruangan kerja saat ini jauh lebih rapi, bersih, dan nyaman.
Meja Kerja dan Magis Pemandangan Monas
Di tengah banyaknya perubahan, Djarot menemukan satu titik yang tetap setia pada tempatnya, meja kerja Gubernur yang menghadap langsung ke arah Monumen Nasional (Monas).
Bagi Djarot, pemandangan Monas dari lantai atas Balai Kota bukan sekadar suguhan visual, melainkan simbol tanggung jawab besar.
“Paling nyaman itu di lantai atas, bisa melihat langsung ke Monas. Di situ kita merasa betul-betul punya tanggung jawab besar membangun Jakarta karena langsung berhadapan dengan simbol nasional tersebut,” kenangnya emosional.
Mempererat Tali Persaudaraan dengan ASN
Selain bernostalgia dengan bangunan, momen lebaran ini dimanfaatkan Djarot untuk bereuni dengan para pegawai (ASN) yang dulu membantunya.
Dia mengaku bersyukur karena masih banyak rekan kerja lama yang mengingatnya dengan hangat.
Djarot menutup kunjungannya dengan pesan optimisme. Dia melihat semangat tinggi dari para staf di lingkungan Pemprov DKI untuk mendukung visi misi Pramono Anung dan Rano Karno dalam membangun Jakarta yang lebih baik ke depannya.

