BIROKRASIMEGAPOLITAN

Pastikan Stok dan Harga Komoditas Pangan Aman Jelang Nataru, TPID DKI Kunjungi Pasar Induk Kramat Jati

Pastikan ketersedian pasokan stok dan harga komiditas pangan menjelang Natal dan Tahun baru (Nataru), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (23/12), melakukan pengecekan harga dan ketersediaan komoditas pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Untuk memastikan pasokan stok dan harga komiditas pangan menjelang Natal dan Tahun baru (Nataru), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (23/12), melakukan pengecekan harga dan ketersediaan komoditas pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Anggota TPID DKI Jakarta yang menggelar kunjungan antara lain, Kadis Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Suharini Eliawati; Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo; dan Pimpinan Wilayah Bulog Jakarta dan Banten, Akhmad Kholisun. Selain itu, Dirut Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin; Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo; dan Dirut PD Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Sri Haryati mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan guna memastikan harga terkendali dan stok tersedia, khususnya pada komoditas yang mempengaruhi inflasi.

“Secara keseluruhan tidak terjadi lonjakan harga, hanya pada komoditas cabai merah yang mengalami lonjakan harga karena pasokannya  terpengaruh musim hujan. Namun demikian, kenaikan harga ini masih dalam batas,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat bisa memantau atau mengecek langsung harga pangan melalui telepon genggam dengan mengakses Info Pangan Jakarta.

“Informasi harga bahan pangan pasar-pasar di Jakarta bisa dicek secara real time, ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat sebelum berbelanja,” jelasnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia  DKI Jakarta, Onny Widjanarko menuturkan, inflasi di Provinsi DKI Jakarta relatif terjaga dan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat, inflasi Jakarta sebesar 0,4 % (MtM), atau sebesar 1,34% (YoY) pada November 2021.

“Secara kumulatif, inflasi Jakarta sampai dengan November 2021 tercatat sebesar 1,08% (YtD) lebih rendah dari periode yang sama tahun 2020 yaitu 1,32% (YtD),” ungkapnya.

Onny menjelaskan, harga sebagian besar kelompok komoditas di Jakarta meningkat dibanding bulan sebelumnya, Peningkatan harga tertinggi terjadi pada kelompok komoditas makanan, minuman dan tembakau, disusul oleh kelompok transportasi. Naiknya harga minyak goreng, daging ayam ras, dan angkutan udara menjadi pemicu utama inflasi kali ini.

“Berbagai langkah antisipasi telah dilakukan TPID Jakarta untuk menerapkan stock management yang baik. Masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan pembelian bahan pangan melebihi dari kebutuhan normal untuk mengantisipasi kebutuhan pada saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam rangka mendorong efektivitas dan optimalisasi dalam pengendalian harga dan menjaga kecukupan pasokan, BUMD pangan dalam memperluas kerja sama perdagangan antarwilayah menjadi model bisnis utama TPID Provinsi DKI Jakarta.

Hingga akhir 2021,ungkap Onny, inflasi di Provinsi DKI Jakarta diperkirakan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya seiring dengan aktivitas ekonomi yang meningkat. Namun demikian, inflasi Jakarta diperkirakan tetap terkendali dan berada dalam kisaran  sasaran inflasi nasional sebesar 3,0% ± 1%.

“TPID Provinsi DKI Jakarta akan terus berkomitmen dan konsisten menempuh langkah dan kebijakan konkret dalam menjalankan strategi pengendalian inflasi melalui strategi 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif,” tandasnya.

Related Articles

Back to top button