MEGAPOLITAN

Pemprov DKI bersama BI Jakarta Gencarkan Kampanye GPN

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno menghadiri sosialisasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Kepada Korporasi di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (27/7). Bank Indonesia (BI) menyebutkan dengan GPN ini dapat mendukung interkoneksi dan interoperabilitas sistem pembayaran nasional, sehingga mendorong efisiensi dan kemudahan dalam bertransaksi. (Foto: Punto/beritajakarta.id)

Jakarta Review, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengerahkan semua kemampuan untuk membantu Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta dalam menggencarkan kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Apa itu Kampanye GPN? BI dan perbankan menggelar kampanye GPN dengan kegiatan penukaran kartu ATM debit yang diterbitkan bank dengan kartu ATM berlogo GPN dan Garuda. Kampanye penukaran kartu akan dilakukan serentak di 17 titik di seluruh wilayah Indonesia pada Minggu (29/7).

Sedangkan kegiatan penukaran kartu dilakukan mulai 30 Juli hingga 3 Agustus 2018. Waktu sepekan ini untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menukarkan kartu ATM/debit bank yang dimilikinya menjadi kartu berlogo GPN.

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Trisno Nugroho mengatakan pekan penukaran kartu berlogo GPN merupakan tindak lanjut acara peluncuran bersama kartu berlogo GPN di Jakarta pada 3 Mei 2018 yang lalu. Tujuannya untuk mendorong masyarakat menggunakan kartu berlogo GPN.

“Dengan adanya kartu ATM berlogo GPN diharapkan masyarakat tidak perlu lagi memiliki banyak kartu untuk bertransaksi. Infrastruktur pemrosesan pembayaran (EDC) dapat disebar lebih merata, tidak hanya di kota-kota besar, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya,” kata Trisno seusai acara Sosialisasi GPN kepada Korporasi DKI Jakarta di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (27/7).

Dijelaskannya, setiap warga yang memiliki kartu debit yang diterbitkan delapan perbankan yang telah bekerja sama dengan BI dalam kampanye GPN, sudah bisa menukarkan kartu debit yang lama dengan kartu debit baru yang ada logo GPN dan burung Garuda.

Bank-bank yang sudah berkomitmen untuk mengikuti GPN ini adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Mandiri Syariah, Permata, CIMB Niaga dan Bank DKI.

Nantinya, selain berguna sebagai alat pembayaran di pusat perbelanjaan, kartu debit berlogo GPN ini akan bisa digunakan sebagai alat pembayaran untuk transportasi publik seperti Transjakarta dan kereta api. Serta bisa juga digunakan sebagai alat pembayaran seperti e-toll.

“Jadi, masyarakat hanya mempunyai satu kartu saja untuk semua kegunaan pembayaran. Tidak ada lagi banyak kartu,” ujarnya.

Masyarakat tidak perlu kuatir mengenai keamanan data karena seluruh proses dilakukan di dalam negeri melalui jaringan domestik (ATM Bersama, Prima, Alto, dan Link). Bahkan masyarakat juga dapat menikmati biaya administrasi yang lebih murah karena seluruh pemrosesan dilakukan di domestik dan bank tidak dikenakan biaya lisensi logo.

Ditambahkannya, pihak bank akan menyediakan booth penukaran kartu debit GPN di cabang yang telah ditunjuk. Selain di kantor pusat atau kantor cabang bank, BI juga akan menyelenggarakan sosialisasi akbar di beberapa lokasi, misalnya area hari bebas kendaraan bermotor (car free day) di Sudirman-Thamrin yang dilaksanakan setiap minggu.

Dalam Pasal 3 PBI No 19/8/PBI/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateaway), GPN mencakup transaksi pembayaran secara domestik yang meliputi interkoneksi switching, interkoneksi dan interoperability kanal pembayaran (ATM, EDC, Agent Payment Gateway, dll), dan interoperabilitas instrumen berupa kartu ATM dan/atay debit, kartu kredit, uang elektronik, dan instrumen lainnya.

“Untuk saat ini kami fokuskan penukaran kartu debit terlebih dahulu, baru tahun depan kartu kredit. Dengan adanya GPN sudah pasti makin efisien, Anda bayangkan dulu 1 mesin EDC hanya melayani 1 kartu. Sekarang bisa banyak, begitu juga ATM,” terangnya.

Ia menargetkan hingga akhir tahun ini, sudah ada 30 persen kartu debit per satu bank yang sudah menukarkan kartu debit lamanya ke kartu debit berlogo GPN. “Di BI, targetnya 30 persen sampai akhir tahun. Tapi Pak Sandi bilang 12 bulan sudah semuanya, saya kira DKI bisa,” paparnya.

Dalam acara yang sama, Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno menyatakan dukunganya terhadap Kampanye GPN yang dilakukan BI DKI. Karena itu, Pemprov DKI akan all out untuk mengkampanyekan GPN tersebut.

“Semua yang berhubungan dengan ekosistem pembayaran di DKI Jakarta, kita akan all out. Kita ada Transjakarta, PD Pasar Jaya, MRT dan sebagainya. Kita akan dukung penuh. Kita akan membuat Kampanye GPN ini akan aktif banget. Karena GPN telah tiba,” kata Sandiaga Uno.

Menurutnya, GPN dapat meningkatkan interkoneksi dan interopabilitas dari berbagai bank. Tidak hanya itu, GPN juga sangat bermanfaat bagi program pemerintah yang sedang gencar dilaksanakan, seperti OK OCE, OK OTrip dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) plus.

GPN membuat kegiatan ekonomi semakin efisien. Sebab, selama bertahun-tahun masyarakat Indonesia harus membayar triliunan rupiah kepada perusahaan jasa switching asing untuk data center dan transaksi elektronik.

“Selama ini kita bayar triliunan untuk sistem yang ditempatkan oleh perusahaan-perusahaan luar negeri. Namun, sekarang ini sudah dipelopori oleh BI. Kami berharap akan menurunkan biaya transaksi sekaligus meningkatkan ekonomi yang ujungnya menciptakan lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags

Artikel Terkait

Close