MEGAPOLITAN

Pengunjung Mal Dibatasi Maksimal 50 Persen Selama PSBB Jakarta

Ilustrasi mal yang beroperasi di Jakarta selama Pandemi Covid-19. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan akan kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di ibukota mulai Senin (13/9/2020). Namun PSBB Jakarta kali ini dinilai Anies berbeda dibanding aturan PSBB sebelumnya. Salah satunya adalah diperkenankannya mal untuk dibuka.

“Pasar dan pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan menerapkan batasan kapasitas paling banyak 50 persen pengunjung yang berada dalam lokasi dalam waktu bersamaan,” ujarAnies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Ada 11 sektor usaha yang tetap boleh beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan pembatasan kapasitas 50 persen. Ke 11 sektor itu adalah yakni kesehatan, bahan pangan/makanan minuman, energi, komunikasi dan IT, keuangan/perbankan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategi, pelayanan dasar/utilitas publik, fasilitas kebutuhan sehari-hari.

“Namun semua dengan catatan yakni jika dalam seluruh aktivitas jika ditemukan kasus positif maka segala kegiatan di tempat tersebut ditutup selama 3 hari beroperasi,” ujar Anies Baswedan.

Sedangkan beberapa kegiatan yang ditutup selama dua pekan ke depan adalah pendidikan, pariwisata, fasilitas umum, sarana olahraga publik, resepsi pernikahan dan kegiatan seminar atau konferensi. Untuk pernikahan bisa dilakukan di kantor urusan agama setempat atau di kantor catatan sipil.

Kegiatan yang juga bisa beroperasi adalah restoran, rumah makan, kafe bisa beroperasi hanya dengan memberikan pengantaran, tidak diizinkan teirma pengunjung makan di tempat.

“Untuk restoran dipersilakan buka tetapi dengan aturan hanya untuk pengantaran tidak makan ditempat. Prinsif dalam PSBB kali ini adalah tetap berada di rumah terkecuali ada kebutuhan mendesak.”

Untuk tempat ibadah di lingkungan permukiman warga boleh beropoerasi dengan kapasitas 50 persen. Namun untuk tempat ibadah yang dikunjungi peserta dari berbagai komunitas dari berbagai lokasi dan tempat ibadah dari komplek atau kampung-kampung zona merah tidak diperkenankan dibuka. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close