MEGAPOLITAN

PLN Disjaya Tambah Pasokan Listrik 2.000 MW di DKI Jakarta

Petugas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sedang melakukan pemeliharaan jaringan. (Ilustrasi).  

Jakarta Review, Jakarta – Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana menambah pasokan listrik sebesar 2.000 mega watt (MW) di DKI Jakarta.

General Manager PLN Disjaya M. Iksan Asaad mengatakan penambahan pasokan dilakukan agar Ibu Kota tidak terus-menerus bergantung pada transmisi listrik di daerah timur.

Hal itu disampaikan setelah dia bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI.

“Kami juga ingin memperkuat pasokan di Jakarta dengan masuknya 2.000 MW, [dengan pembagian] 1.000 MW pada tahun ini dan 1.000 MW tahun depan sehingga [DKI Jakarta] tidak selalu bergantung dengan pasokan dari bagian timur Pulau Jawa,” ujarnya saat konferensi pers di Balai Kota DKI, Rabu (7/8/2019).

Dia mengatakan ada dua power plant dengan kapasitas cukup besar di Ibu Kota, yaitu di Muara Karang (3.500 MW) dan Tanjung Priok (2.000 MW).

Menurutnya, PLN Disjaya akan berupaya memperkuat operasional power plant di dua titik tersebut sehingga wilayah DKI Jakarta tidak gelap-gulita saat aliran listrik padam seperti yang terjadi pada Minggu (7/8/2019).

Iksan mengungkapkan proses pemulihan listrik cukup lama karena hampir semua power plan yang ada di sisi Barat pulau Jawa itu mati (shut down).

PLN Disjaya juga tak bisa langsung mengaliri listrik ke Ibu Kota meskipun power plant Muara Karang dan Tanjung Priok sudah dihidupkan.

“Jadi memang kemarin itu terjadi kendala di sana, di Muara Karang. [Listrik] di Jakarta itu bisa pulih secara bertahap mulai jam 16.00 WIB,” imbuhnya.

Iksan menuturkan sudah berkoordinasi dengan Anies sejak insiden black out terjadi pada Minggu siang.

“PLN juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Jakarta, pemerintah, terutama pelaku-pelaku bisnis,” ucapnya.

Sumber: Bisnis.com

Tags
Close