BIROKRASIMEGAPOLITAN

Syamsuddin Noor Yang Lembek dan Umbar Janji Ala Tri

Syamsuddin Noor saat dilanti Jokowi saat masih menjadi Gubernur DKI di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013)/ foto : viva.co.id
Syamsuddin Noor saat dilanti Jokowi saat masih menjadi Gubernur DKI di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013)/ foto : viva.co.id

JAKARTA REVIEW – Syamsuddin Noor gigit jari. Lelaki yang pernah mendapat pujian dari Gubernur DKI Jakarta Basuki ” Ahok” Tjahaja Purnama lantaran bisa membuat Jakarta Selatan terbilang bersih harus rela meninggalkan jabatan Wali Kota Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Tapi bukan Ahok kalau tak memberi kejutan. Jumat (7/8/2015) ia secara resmi mengumumkan pejabat yang didemosi atau distafkan salah satunya Syamsuddin Noordari posisi strategis sebagai Wali Kota Jakarta Selatan. Ahok menganggap Syamsuddin kurang tegas dan terlalu baik kepada bawahannya. “Iya, orang terlalu baik. Beberapa kali kita minta soal lurah-lurahnya itu soal PKL soal kerja lapangan enggak dituruti. Iya, orangnya terlalu baik,” sebutnya.

“Saya juga enggak bisa menolong orang baik sekarang di Jakarta. Kalau menolong orang baik, Jakarta enggak bisa dibenahi. Kalau kamu orang baik terlalu baik sama orang, enggak tegas kerja, mau enggak mau ‎saya ganti dengan orang yang mau kerja janjinya. Tapi kalau dia enggak mau kerja, ya saya stafin lagi,” Ahok menambahkan.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menjabarkan, alasan pencopotan lantaran kinerja Syamsuddin Noor lambat, khususnya terkait pembebasan PKL dan pembebasan lahan pembagunan Mass Rapid Transit (MRT). Padahal PT MRT Jakarta menargetkan pembebasan lahan yang dilakukan oleh Pemprov DKI jatuh pada Desember 2013 lalu hingga diberi waktu pada awal Agustus 2015.

Seperti dilansir dari cnn indonesia, dari total 266 lahan yang harus dibebaskan dari wilayah Cilandak ke Bundaran Senayan, hanya 66 lahan yang sudah dibebaskan hingga akhir tahun lalu oleh Pemprov DKI melalui Wali Kota Jakarta Selatan. Sedangkan pada Kelurahan Gandaria Selatan, dari 49 bidang lahan seluas 3.452 meter persegi yang harus dibebaskan, hanya ada satu lahan yang terealisasi dengan luas 35 meter persegi.
Djarot merinci, pada Kelurahan Cipete Selatan, dari 54 bidang lahan yang harus dibebaskan, baru 21 lahan yang terealisasi. Luasnya sekitar 1.110 meter persegi dari keseluruhan lahan yang jumlahnya mencapai 3.853 meter persegi.

Dari informasi yang dihimpun pengganti Syamsuddin tak lain wakilnya Tri Kurniadi yang merupakan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan. Tri sendiri mengaku belum tahu kapan waktu akan dilantik menjadi Walikota Jakarta Selatan. Namun, beberapa program telah dipersiapkan untuk memimpin Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Namun dirinya mulai mengobral janji bakal membereskan soal pembebasan lahan MRT yang menjadi bagian krusial, terutama dalam mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. “‎Yang paling utama adalah pembebasan lahan terkait MRT,” Tri berujar.

Menurut mantan Wakil Walikota Jakarta Utara itu sebagian warga kebanyakan setuju dengan pembebasan lahan di wilayah sekitar Fatmawati. Kalaupun tidak mau, maka pihaknya akan mengikuti aturan yang berlaku seperti konsinyasi atau menentukan harga apraisal.”Mereka rata-rata mau kok. Kita pakai apraisal untuk pembebasan lahan. Yang penting ikutin aturan bisa juga dengan konsinyasi,” tuturnya dilansir dari Warta Kota.

Selain pembebasan lahan MRT, dia juga akan melanjutkan program normaliasi Waduk di Pesanggrahan. Hal ini adalah upaya untuk mencegah musibah banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta Selatan. “Waduk Pesanggrahan nantinya akan dilanjutkan normalisasinya dalam rangka mengantisipasi musibah banjirsebutnya.‎

Yang tak kalah penting, Tri berjanji akan tegas. “Jakarta adalah Ibukota Metropolitan yang harus di benahi. Kalau tidak tegas ya progam dari Pemda DKI pastinya tidak jalan dan berkembang. Apalagi pakai belas kasihan Kalau sesuai ketentuan ya kita akan jalankan dan tidak pakai perasaaan, Tri berceloteh.

Saat ini kegiatan MRT harus cepat diselesaikan, pembersihan PKL yang suaah di benahi yang bertujuan agar Jakarta bersih dan maju, saat ini saya sedang mengejar para pemilik gedung Mall Ciputra, Casablanca, dan saya juga sedang memperjuangkan jalan di dekat Plaza Semanggi akan dibongkar dan nanti bisa menembus Jl. Gatot Subroto, tambah Tri. “Progam kerja saat ini hanya ingin mengembalikan tempat umum kembali pada fungsinya agar tertata rapi,” pungkasnya. (Ranap Simanjuntak/ dari berbagai sumber)

Related Articles

Back to top button