JAKARTA, jakrev.com – Kawasan bersejarah di Jakarta Barat masih menjadi destinasi primadona bagi warga yang menghabiskan waktu libur dan cuti bersama Lebaran 2026. Berdasarkan data terbaru, belasan ribu wisatawan terpantau memadati sejumlah museum seni yang tersebar di wilayah Tamansari dan Palmerah.
Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta mencatat sebanyak 16.735 pelancong telah berkunjung dalam periode H-3 hingga H+7 Idul Fitri 1447 Hijriah. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tetap tinggi terhadap wisata berbasis sejarah dan budaya di tengah hiruk-pikuk momentum Lebaran.
Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Sri Kusumawati mengungkapkan bahwa tren kunjungan mulai menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan sesaat setelah hari raya.
“Lonjakan pengunjung mulai terlihat jelas pasca-Lebaran. Puncaknya terjadi pada H+7 dengan angka kunjungan mencapai 3.062 orang dalam satu hari,” ujar Sri dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).
Museum Wayang Jadi Primadona
Dari beberapa destinasi yang dikelola, Museum Wayang di kawasan Kota Tua mengukuhkan posisinya sebagai magnet utama. Tercatat, sebanyak 10.880 orang memilih museum ini sebagai tujuan utama mereka.
Selain wisatawan domestik yang didominasi oleh kalangan pelajar dan keluarga, tercatat pula 339 wisatawan mancanegara yang turut mengapresiasi koleksi seni tradisional Indonesia tersebut.
Sri menambahkan, angka total belasan ribu tersebut sejatinya bisa lebih tinggi. Pasalnya, perhitungan data belum mencakup hari Jumat dan Sabtu karena beberapa lokasi seperti Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Tekstil, serta Museum Wayang sempat tutup mengikuti jadwal operasional libur resmi pemerintah.
Lebih dari Sekadar Rekreasi
Pihak pengelola berharap tren positif ini tidak hanya berhenti pada angka statistik kunjungan semata. Tingginya angka kunjungan, terutama dari kalangan generasi muda, diharapkan menjadi sarana edukasi yang efektif.
“Kami berharap kunjungan ini memberikan nilai manfaat dan pengetahuan baru. Museum bukan sekadar tempat rekreasi, tapi juga ruang ilmu yang bisa dibagikan kembali kepada orang lain,” pungkas Sri.
Seiring dengan berakhirnya masa libur Lebaran, tingkat kunjungan diprediksi akan tetap stabil mengingat daya tarik wisata museum di Jakarta Barat yang terus bersolek dalam memberikan pelayanan bagi para pecinta seni dan sejarah.


