NASIONAL

Ahmad Sahroni Donasikan Gajinya untuk Penanganan Covid-19

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (kanan) bersama Dirut RSPI Sulianti Saroso dr Mohammad Syahril membicarakan pentingnya bantuan APD ke tenaga medis di rumah sakit untuk memerangi Covid 19. (dok: Partai NasDem)

Jakarta Review, Jakarta – Politisi NasDem Ahmad Sahroni akan mendonasikan gaji yang diperolehnya selaku wakil ketua Komisi Hukum DPR untuk menangani pandemi covid-19 di Indonesia. Gaji tersebut akan langsung disalurkan ke rekening penyandang dana bantuan.

Sahroni mengatakan langkah tersebut ia lakukan karena menyaksikan masih banyak kekurangan yang dihadapi rumah sakit rujukan. Terutama terkait terbatasnya alat pelindung diri (APD).

Kemarin, Ahmad Sahroni telah menyalurkan ribuan APD ke sejumlah rumah sakit di Jakarta. Yakni RSUD Tanjung Priok, RSUD Koja, RSUD Cengkareng, RSUD Cilincing, dan RSPI Sulianti Saroso.

“Apa yang saya lihat dan rasakan langsung selama menyalurkan bantuan ke berbagai rumah sakit inilah yang kemudian mendorong saya untuk mengambil keputusan mendonasikan gaji saya,” kata Sahroni, melalui keterangan tertulis, Selasa, 24 Maret 2020.

Sahroni mengaku apa yang ia sumbangkan hanyalah kontribusi kecil dibanding pengorbanan yang diberikan petugas medis yang ia juluki pahlawan kesehatan. Ia pun berharap setiap individu mau mengulurkan tangan memberi bantuan agar bersama menghalau covid-19 dari Indonesia.

“Saya sudah bernazar untuk mendonasikan empat bulan gaji saya untuk membantu menangani covid-19,” kata Sahroni.

Prioritaskan rapid test untuk tenaga medis

Pada kesempatan yang sama politisi kelahiran Tanjung Priok Jakarta Utara ini pun menyampaikan pandangannya terkait rapid test covid-19 yang akan dilakukan pemerintah. Baginya, rapid test lebih tepat jika mendahulukan petugas medis di rumah sakit, mengingat posisi mereka sebagai gugus terdepan dalam memerangi covid-19.

“Argumennya sederhana. Kalau petugas medisnya terpapar virus, bagaimana nasib pasiennya? Oleh karena itu, rapid test harus lebih dahulu memastikan tenaga medis negatif dari paparan covid-19,” jelasnya.

Adapun perihal rapid test terhadap anggota DPR yang marak terpublikasi di media, menurut Sahroni, sesungguhnya bisa dilakukan mandiri.

“Kita harus lebih fokus pada tenaga medis karena merekalah garda terdepan dalam penanganan covid-19,” kata Sahroni. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close