EKONOMINASIONAL

Bayu Krisnamurthi: Langkah BUMD Pangan DKI Investasi Langsung di Daerah Produksi Sudah Tepat

Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi kala itu menjabat Wakil Menteri Perdagangan saat menjadi pembicara kunci di sebuah diskusi mengenai Pembiayaan Resi Gudang yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Perdagangan. (win)

Jakarta Review – Sebagai daerah yang net consumer karena bergantung sepenuhnya kepada daerah lain untuk memenuhi kebutuhan pangannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov)DKI Jakarta harus melakukan langkah antisipatif dan solutif.

Terkait hal itu langkah yang dilakukan oleh BUMD Pangan DKI seperti PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Dharma Jaya dan PD Pasar Jaya yang melakukan investasi langsung di daerah produsen dan gencar mencari pasokan dari berbagai daerah lain untuk menjamin ketersediaan pasokan adalah langkah yang tepat.

“Ciri Jakarta sebagai net consumer adalah permintaan yang kontinyu disepanjang tahun, padahal disisi lain daerah produsen memiliki siklus alamiah seperti (musim penghujan dan musim kering) yang seringkali berpengaruh terhadap hasil produksi, karena itu upaya menjamin ketersediaan pasokan dengan menjangkau banyak daerah produsen dan bahkan mengintervensinya dengan memberikan investasi langsung adalah langkah yang tepat,” ujar Mantan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krismurthi kepada Jakarta Review 30/5/2017.

Apalagi lanjut Bayu, BUMD DKI memiliki kapasitas pendanaan yang cukup untuk melakukan berbagai langkah antisipatif tersebut.

“Bagi Jakarta menjamin ketersediaan pasokan di sepanjang tahun adalah hal yang nggak bisa ditawar. Apalagi di waktu-waktu tertentu akan ada peningkatan permintaan konsumsi saat datangnya Hari besar keagamaan seperti Ramdhan, Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru yang seringkali memicu kenaikan harga,” jelas Bayu.

Menurut Bayu lagi-lagi tugas BUMD Pangan DKI adalah memetakan siklus permintaan tersebut secara rinci lalu mencari pasokan atau bakhan ikut merencanakan dan investasi langsung dikegiatan produksi. Ini penting dilakukan karena fluktuasi harga pangan yang tak terkendali acapkali menjadi pemicu kenaikan inflasi yang signifikan di Jakarta.

“Ide membangun sinergi antara sesama BUMD Pangan adalah sangat baik dan hasil kerjanya akan dilihat dari tingkat inflasi pangannya,” tutur Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) ini.

Karena itu, kalau sinergi tersebut terbukti berhasil menjamin stabilitas ketersediaan rantai pasokan bahan pangan dan pada gilirannya mampu mengendalikan inflasi, maka ini seharusnya menjadi modal bagi DKI melalui BUMD Pangannya untuk lebih berani melakukan investasi di daerah produksi.

“Setahu saya nggak banyak daerah di Indonesia yang memiliki BUMD Pangan yang bersinergi seperti PT Food Station, PD Dharma Jaya dan PD Pasar Jaya, lalu dengan kapasitas pendanaan yang dimilikinya melakukan investasi langsung di daerah produksi. Hanya dengan langkah ini jaminan ketersediaan pasokan menjadi lebih terjamin dan bahaya spekulan bisa diminimalisir,” pungkasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close