DIDAKTIKA

Ada Pandemi Covid-19, LL Dikti Wilayah III Mitigasi Perguruan Tinggi yang Ada di Wilayahnya

Pegawai LL Dikti wilayah III berfoto bersama di halaman Kantor LL Dikti Wilayah III. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia ini membawa sejumlah dampak di sektor pendidikan, khususnya bagi Perguruan Tinggi. Sejak 17 Maret 2020 lalu, LLDIKTI Wilayah III sebagai Satuan Kerja di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah meminta Perguruan Tinggi di lingkungannya untuk dapat melakukan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi cara daring, serta melakukan pelayanan publik dari rumah.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 1 tertanggal 16 Maret 2020 yang salah satu poin nya adalah memberlakukan penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh untuk Perguruan Tinggi di wilayah masing-masing, dan menyarankan mahasiswa untuk melakukan pembelajaran dari rumah.

“dampak yang dirasakan inilah yang membuat insan pendidikan tinggi untuk berpikir dan harus mampu beradaptasi, karena itu berbagai cara kita lakukan, demi menjaga mutu perguruan tinggi,” ujar Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc dalam keterangan resmi yang diterima Jakarta Review, 29 April 2020.

Adapun berbagai cara tersebut mulai dari koordinasi dengan para pimpinan Perguruan Tinggi hingga membuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Jadi walaupun ada pandemi, produktifitas dan pelayanan tetap berjalan. Misalnya (27 April 2020) lalu LL Dikti Wilayah III melaksanakan Webinar bertemakan “Kiat Sukses dan Hal Teknis Seputar Sertifikasi Dosen.

“walaupun banyak kampus yang lockdown, namun para Dosen masih antusias untuk tetap berkarya dan melaksanakan tugasnya,” jelasnya.

Dampak Covid Bagi Perguruan Tinggi

Kita tidak dapat memprediksi kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Dampak yang ditimbulkan bukan hanya di sektor pendidikan saja, akan tetapi dari sektor lainnya seperti sosial dan ekonomi. Namun, berbagai daya dan upaya yang terbaik dilakukan dari pihak pemerintah juga penyelenggara pendidikan tinggi.

Di DKI Jakarta sendiri terdapat 311 Perguruan Tinggi Swasta sebagai mitra LLDIKTI Wilayah III. Dari jumlah tersebut, sesuai data klasterisasi tahun 2019 bahwa 80% adalah Perguruan Tinggi berskala kecil, 17% berskala menengah, dan 3% berkala besar.

80 Perguruan Tinggi telah mengikuti monitoring dan evaluasi di lingkungan LLDIKTI Wilayah III selama Covid. Dalam laporannya mereka telah mengulurkan berbagai bantuan mulai dari membuat kegiatan bakti sosial, subsidi pulsa dan kuota internet, donasi alat-alat kesehatan dan sembako, hingga berbagi materi untuk pembelajaran daring.

Lebih lanjut Agus menambahkan kegiatan ini juga akan terus berlanjut. Misalnya minggu depan giliran kampus dari klaster 3-5 yang akan memberikan laporan. Prinsipnya kita akan terus jaring datanya untuk mencari solusi dan segera dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

“Berada dalam situasi yang tidak pasti seperti ini, membuat kita menjadi sulit untuk meprediksi keadaan 2-3 bulan kedepan. Misalnya dalam hal operasional di Perguruan Tinggi,” tandas Agus.

Sesuai data yang kami kumpulkan per 28 April, ada 613 responden di Lingkungan LLDIKTI III yang rata-rata dari kalangan mahasiswa. Dalam hal kendala yang dihadapi, 47% tentang bantuan kuota internet dan 21% mengenai pembiayaan perkuliahan (SPP). Akan tetapi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga sudah menyediakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan on-going beasiswa Bidikmisi untuk memastikan mahasiswa yang bermasalah secara finansial untuk tetap kuliah.

Khusus untuk teknis kegiatan belajar dan mengajar diberikan otoritas yang luas kepada para Pimpinan Perguruan Tinggi untuk mengambil langkah terbaik yang ditentukan dengan masing-masing kondisi Perguruan Tinggi. (win)

Related Articles

Back to top button